- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Nilai Tukar Petani Turun 0,02 Persen Pada Oktober 2025

Keterangan Gambar : gedung BPS- Istimewa
JAKARTA- Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Nilai
Tukar Petani (NTP) nasional pada Oktober 2025 mencapai 124,33 atau turun 0,02
persen dibanding September 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS,
Pudji Ismartini menjelaskan, penurunan NTP terjadi karena indeks harga yang
diterima petani (It) naik sebesar 0,06 persen, sementara indeks harga yang
dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,08 persen.
“
BPS juga mencatat terjadinya penurunan rata-rata harga beras (deflasi) baik di
tingkat penggilingan, grosir maupun eceran, masing-masing 0,54 persen, 0,18
persen dan 0,27 persen (m-to-m). Kondisi ini sama dengan bulan sebelumnya,
deflasi di setiap rantai pasok,” papar dia di Jakarta, Senin(3/11/2025).
Baca Lainnya :
- Lomba IG Reels ISDS Soal APEC: Diplomasi Publik Kreatif Pererat Hubungan Indonesia–Korsel0
- Greenpeace MENA dan GEFI Rilis Kajian Baru: Polusi Batu Bara Sebabkan Jutaan Kematian Tiap Tahun 0
- Alasan PM India Modi Tak Hadiri KTT ASEAN: Kaitan dengan Trump?0
- BlackRock Suntik Lebih dari USD3 Miliar ke Proyek Data Center Raksasa Meta di Louisiana0
- Tolak Inisiatif AZEC, Masyarakat Sipil Indonesia Desak Transisi Energi yang Demokratis & Berkeadilan0
Dia
juga melaporkan pelaksanaan luas panen
padi pada bulan September 2025 mencapai 1,13 juta hektare. Angka ini naik 10,14
persen dibanding September 2024 (1,03 juta hektare). Kenaikan luas panen ini
diikuti oleh peningkatan produksi padi. Diperkirakan produksi padi pada
September 2025 mencapai 5,95 juta ton GKG, atau naik 8,39 persen dibandingkan
September tahun lalu.
Potensi
luas panen padi subround III (September–Desember 2025) diperkirakan mencapai
3,04 juta hektare atau mengalami kenaikan seluas 0,27 juta hektare, atau
sekitar 9,77 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya. Selanjutnya, diperkirakan potensi produksi padi subround III 2025
mencapai 16,48 juta ton GKG, atau naik 8,70 persen dibandingkan tahun lalu. Serta
produksi beras subround III 2025 diperkirakan sebesar 9,50 juta ton beras, atau
naik sebesar 8,73 persen.
Realisasi
luas panen jagung pada bulan September 2025 mencapai 0,22 juta hektare, turun
sekitar 21,14 persen dibandingkan September 2024, sehingga diperkirakan
produksi jagung pada September 2025 mencapai 1,34 juta ton jagung pipilan
kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) atau turun sebesar 21,95 persen
dibandingkan September 2024.
Potensi
luas panen jagung subround III 2025 diperkirakan mencapai 0,81 juta hektare
atau mengalami kenaikan seluas 0,03 juta hektare (3,27persen) dibandingkan
periode yang sama tahun 2024. Sementara itu, potensi produksi jagung
pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) subround III 2025 diperkirakan
sebesar 5,13 juta ton, atau meningkat sebesar 0,30 persen dibandingkan subround
III 2024. (abdul aziz)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

