Logo Porosbumi
Rabu,
01 April 2026
LIVE TV

Natalius Pigai: Buah Matoa Tidak Pernah Jatuh Jauh Dari Pohonnya

PorosBumi 31 Mar 2026, 18:31:43 WIB
Natalius Pigai: Buah Matoa Tidak Pernah Jatuh Jauh Dari Pohonnya

"BUAH Matoa tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya.” Kata-kata sarat makna ini diungkapkan Menteri HAM Natalius Pigai, atas prestasi yang ditorehkan dua buah hatinya, Putri Papuana Melanesiani Pigai dan Putra Pigai.

"Anak saya Putri Papuana Melanesiani Pigai akhirnya sudah wisuda di Sekolah Kuliner Bergengsi Terbaik Nomor 1 Dunia Le Cordon Bleu di Eropa. Dulu dia sekolah di Amerika Serikat dan sekarang di Eropa. Akhirnya lulus di Sekolah Top Dunia," kata Pigai, lewat akun facebook-nya, @NataliusPigai, yang mendapat suka 2,6 ribu, 845 komentar, dan dibagikan 177 kali.

"Anak saya yang laki-laki Putra Pigai saat ini kuliah S1 di salah satu universitas terbaik dunia dan tersulit untuk mahasiswa international di Jepang. Kalau S2 atau S3 itu biasa, tapi anak saya S1. Kedutaan Besar RI di Tokyo jadi pembicaraan karena orang sulit masuk di Today (University of Tokyo) untuk S1 melalui ujian masuk nasional di Jepang," lanjut Pigai yang bangga dengan prestasi anak laki-lakinya.

Pigai menyampaikan, saat anak laki-lakinya itu berumur 17 tahun (4 tahun lalu) sudah menjadi miliarder dan salah satu generasi muda brilian,  alumni Pangudi Luhur Jakarta, sering juara dan siswa berprestasi yang suatu saat akan dilirik atau minimal Presiden Freeport atau Pimpin Smelter Freeport dimiliki Jepang di Gresik. "Itu keinginan Saya sebagai orang tua but let’s see the subsequent."

"Mereka sekolah saatnya ayahnya bekerja sebagai oposisi dan aktivis jalanan. Sekarang saya tidak punya rumah dan tanah, dan tercatat di LHKPN KPK sebagai Menteri Termiskin di Kabinet. Tetapi prestasi anak-anak saya bernilai tinggi. Saya tidak sombongkan diri saya termasuk Menteri yang anak-anaknya masuk sekolah-sekolah top dunia," tutur Pigai.

Pigai menegaskan, bahwa anak-anaknya sekolah tanpa biaya Pemerintah, tanpa biaya LPDP seperti anak-anak pejabat Indonesia pada umumnya. "Dan juga anak Capres yang mantan Menteri dan Gubernur yang dapat biaya LPDP itu," singgung Pigai.

"By the way, mereka berdua (sang anak) tidak tahu kantor saya dan selalu naik taksi, Grab, bawa motor, dan bahkan pegawai Kementerian HAM pun tidak kenal (Boleh tanya mulai dari security, OB, sampai Dirjen/Sekjen dan semua pejabat)."

"Sampai di sini kita bisa renungkan kualitas dan integritas, karakter, kapasitas, moralitas orang tuanya, karena “Buah Matoa tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya,” pungkas Pigai.

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```