- Menjelajah 10 Negara Terkecil di Dunia
- Mentan Minta Kontrak Cetak Sawah Rakyat 101 Ribu Hektare Tuntas dalam Sebulan
- AHY Dorong Infrastruktur Jadi Garda Terdepan sebagai Benteng Negara di Ruang Siber
- Perpanjangan Operasi Freeport: Perpanjang Krisis dan Derita di Tanah Papua
- Begini Jurus AHY Amankan Ketahanan Air sebagai Kunci Kemandirian Bangsa
- Menguak Misteri dan Potensi Hidroponik, Pola Bercocok Tanam Tanpa Tanah
- Mentan Amran Gaspol Jaga Swasembada, Indonesia Bersiap Ekspor Beras
- Infrastruktur Zaman Now, AHY Soroti Pentingnya Ruang Kreatif untuk Generasi Muda
- Selama Ramadan Kementan Gencar Lakukan Sidak untuk Memastikan Pasokan dan Harga Kebutuhan Pokok Aman
- Menko Pangan Dorong Aktivasi Koperasi di Candirenggo Sebagai Simpul Pangan dari Kelurahan
Mentan Minta Kontrak Cetak Sawah Rakyat 101 Ribu Hektare Tuntas dalam Sebulan
1.jpg)
JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan)
Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya percepatan program cetak sawah rakyat
(CSR) sebagai langkah strategis memperkuat swasembada pangan nasional. Dalam
Rapat Koordinasi Pelaksana Swakelola Cetak Sawah di Kantor Pusat Kementerian
Pertanian, Rabu (25/2/2026), Mentan secara khusus meminta seluruh jajaran,
termasuk TNI, untuk mengakselerasi penyelesaian kontrak cetak sawah seluas
101.503 hektare dalam satu bulan ke depan.
“Waktunya tinggal satu bulan. Target kontrak cetak sawah 101
ribu hektare harus diselesaikan. Saya minta seluruh jajaran, termasuk TNI,
bergerak cepat dan bekerja total. Ini penentu,” kata Mentan.
Percepatan tersebut mencakup sejumlah provinsi prioritas,
yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Papua Selatan (Merauke), Gorontalo,
Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Papua
Barat Daya, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Jambi, Bengkulu, Kalimantan
Barat, Riau, dan Kalimantan Utara.
Baca Lainnya :
- Menguak Misteri dan Potensi Hidroponik, Pola Bercocok Tanam Tanpa Tanah0
- Mentan Amran Gaspol Jaga Swasembada, Indonesia Bersiap Ekspor Beras0
- Selama Ramadan Kementan Gencar Lakukan Sidak untuk Memastikan Pasokan dan Harga Kebutuhan Pokok Aman0
- Menko Pangan Dorong Aktivasi Koperasi di Candirenggo Sebagai Simpul Pangan dari Kelurahan0
- Siapa Bilang Anak Muda Ogah Terjun Jadi Petani, Kelompok Asal Sambas Ini Buktinya 0
Mentan menekankan bahwa keterlibatan TNI dalam program cetak
sawah merupakan bagian dari kolaborasi strategis lintas sektor dalam menghadapi
tantangan ketahanan pangan global. Menurutnya, kondisi iklim dunia yang semakin
tidak menentu, termasuk potensi El Nino, menjadi alasan utama percepatan perlu
dilakukan.
“Kondisi iklim ekstrem bukan lagi pilihan, ini kewajiban
kita untuk bersiap. Kalau pangan bermasalah, negara bermasalah. Karena itu TNI,
pemerintah daerah, dan seluruh jajaran harus turun tangan. Ini perintah
strategis untuk menjaga kedaulatan pangan,” ujarnya.
Ia mengingatkan pengalaman krisis pangan global saat El Nino
2023–2024, ketika sejumlah negara membatasi ekspor beras. Indonesia, sebagai
negara dengan jumlah penduduk besar, tidak boleh bergantung pada impor. Oleh
karena itu, perluasan areal tanam melalui cetak sawah baru menjadi salah satu
kunci penguatan produksi nasional.
Mentan juga menyampaikan apresiasi atas capaian swasembada
yang berhasil dipercepat dari target empat tahun menjadi satu tahun melalui
kolaborasi pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, serta dukungan petani dan
penyuluh pertanian lapangan (PPL).
“Tidak ada keberhasilan yang berdiri sendiri. Ini kerja
kolaboratif. Babinsa, PPL, Kepala Dinas, Gubernur, Bupati, semua terlibat.
Karena itu saya minta semangat yang sama untuk menyelesaikan target cetak sawah
ini,” ucapnya.
Lebih lanjut, Mentan mengungkapkan bahwa keberhasilan
Indonesia menjaga produksi dan menekan impor telah berkontribusi terhadap
stabilitas harga pangan global. Penurunan harga beras dunia, menurutnya, tidak
terlepas dari kebijakan penguatan produksi dalam negeri.
Namun demikian, ia mengingatkan agar seluruh jajaran tidak
lengah. Target penyelesaian kontrak cetak sawah hingga Maret 2026 harus menjadi
prioritas bersama, dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada. “Saya
mohon ini diselesaikan dengan baik. Gerakkan semua kekuatan di lapangan. Nama
Indonesia sudah baik di mata dunia, jangan ada celah. Satu bulan ini harus kita
tuntaskan,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Mentan menyampaikan salam dan apresiasi
Presiden kepada seluruh jajaran TNI hingga tingkat bawah yang terlibat dalam
program percepatan swasembada pangan. Ia optimistis, dengan sinergi yang kuat,
Indonesia tidak hanya mampu mempertahankan swasembada, tetapi juga memperkuat
posisinya sebagai negara yang berkontribusi pada ketahanan pangan dunia.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

