- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Mentan: Jika Penyerapan Gabah Bermasalah, Swasembada Pangan Terancam
3.jpg)
BANTUL - Menteri Pertanian (Mentan),
Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa target swasembada bisa bermasalah apabila
Bulog tidak mampu melakukan penyerapan gabah petani secara maksimal, yaitu
dengan ketentuan harga HP sebesar Rp6.500 perkilogram.
“Yang paling penting hari ini adalah serap gabah sebagai
kunci untuk swasembada. Kenapa? Karena serap gabah bermasalah, target
swasembada juga akan terancam,” ujar Mentan Amran saat mendampingi kunjungan
kerja panen raya Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto di Kabupaten Bantul,
Rabu, 15 Januari 2025.
Mentan Amran mengatakan, pembelian gabah sebesar Rp5.500
seperti yang terjadi saat ini di Kabupaten Bantul bisa menyebabkan kerugian
besar hingga Rp25 triliun karena terdapat selisih sebesar Rp1.000 perkilogram.
Baca Lainnya :
- Wamentan Tegaskan HPP Gabah Rp6.500 per Kilogram, Jangan Sampai Dibeli Murah0
- Mentan-Mentrans Teken Kesepakatan Bersama Pengembangan Kawasan Transmigrasi untuk Swasembada Pangan0
- KKP Sukses Kembangkan Model Hilirisasi Rajungan1
- Bantuan Pangan Beras 2025 Disalurkan 6 Bulan0
- Pemberlakuan HPP Gabah 15 Januari 2025 untuk Jaga Keseimbangan Hulu Hilir0
“Selisih Rp1.000 itu besar karena rencana target panen kita
25 juta ton. Artinya apa? Petani bisa kehilangan pendapatan hingga Rp25
triliun. Tadi kita dengar langsung dari petani harganya Rp5.500. Artinya apa?
Kalau selama 4 bulan ini panen puncak harganya di bawah HPP, ini bisa berdampak
pada kerugian,” katanya.
Selain itu, kata Mentan Amran, anggaran sektor pangan yang
diberikan negara untuk membantu petani bisa habis dengan sia-sia. Karena itu,
jalan satu-satunya yang harus dilakukan saat ini adalah melakukan penyerapan
secara maksimal.
“Anggaran APBN yang sebesar kurang lebih 145 triliun itu
akan sia-sia apabila serapannya Rp5.500. Karenanya peran Bulog sangat
strategis, Bulog harus kerja keras untuk menyerap gabah petani karena ini
adalah perintah Bapak Presiden yang tidak bisa ditawar. Wajib diserap selama
gabah ada dan tidak boleh dibawah Rp6.500,” katanya.
Mentan Amran menambahkan bahwa sejauh ini pemerintah telah
memberi berbagai bantuan dan fasilitas sarana prasarana produksi yang cukup
masif. Di antaranya adalah kenaikan volume pupuk yang mencapai 9,5 juta ton dan
juga bantuan benih serta normalisasi irigasi yang dikerjakan Kementerian
Pekerjaan Umum (PU).
“Alhamdulillah sekarang ini irigasi selesai, traktor, benih,
pengolahan tanah, pupuk juga sudah diberesin. Jadi tinggal serap gabah yang
perlu dilakukan,” pungkasnya.(*)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

