- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Mentan dan Wamentan Turun Langsung Kawal Operasi Pasar Pangan Murah di Palembang

PALEMBANG – Pemerintah terus bergerak
cepat memastikan harga pangan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian
(Wamentan) Sudaryono turun langsung ke Palembang untuk mengawal operasi pasar
pangan murah yang digelar di Kantor Pos Palembang, Sumatera Selatan.
Dalam operasi pasar ini, berbagai bahan pokok dijual dengan
harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti beras SPHP Rp12.000/kg,
gula pasir Rp15.000/kg, daging ayam ras beku Rp34.000/kg, bawang putih
Rp32.000/kg, daging kerbau beku Rp75.000/kg, dan minyak goreng Minyakita
Rp14.700/liter. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah
untuk menekan harga pangan dan mencegah kenaikan harga yang tidak wajar,
terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal
diam jika ada lonjakan harga yang merugikan rakyat. “Kami himbau seluruh
pengusaha, jangan ada yang menjual harga diatas HET, seperti minyak goreng,
beras dan lain lain, kami mohon sekali lagi, jangan menjual di atas HET, tidak
ada alasan beras naik, karena berdasarkan data BPS produksi kita meningkat
tajam ,” tegas Mentan Amran.
Baca Lainnya :
- Senyum Sumringah dan Harapan Titiek Soeharto Saat Panen Anggur di Bandung Barat0
- Mentan Ajak 10 Juta Anggota Himpuni Gerakkan Brigade Percepat Swasembada Pangan0
- Jelang Ramadan, Pemerintah Siapkan Operasi Pasar untuk Stabilkan Harga Pangan0
- Wamentan: Serap Gabah Sesuai HPP Komitmen Presiden Prabowo Sejahterakan Petani0
- Mentan Fasilitasi Kesepakatan Bulog dan PERPADI, Serap Gabah Petani Setara 2,1 Juta Ton Beras0
Lebih lanjut, Mentan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan
mentoleransi pihak-pihak yang sengaja memainkan harga dan menjual bahan pokok
di atas HET. “Jangan coba-coba mempermainkan harga, kalau kami sudah himbau,
tapi tidak diindahkan, Satgas Pangan akan bertindak tegas, termasuk memberikan
sanksi sesuai aturan yang berlaku, agar masyarakat tidak terganggu, dan fokus
beribadah,” tegasnya.
Wamentan Sudaryono menambahkan bahwa kegiatan ini akan terus
digencarkan di berbagai daerah guna menjamin masyarakat mendapatkan pangan
dengan harga yang wajar. “Kami bergerak cepat dan memastikan bahwa pangan murah
bisa diakses oleh masyarakat luas, khususnya menjelang Idulfitri. Ini adalah
langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terhadap operasi pasar ini sangat
tinggi. Warga berbondong-bondong datang sejak pagi untuk mendapatkan bahan
pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Salah seorang warga Palembang, Ria
(45), mengaku terbantu dengan adanya pasar murah ini. “Alhamdulillah, bisa beli
beras, gula, dan minyak lebih murah dari harga di pasar. Semoga kegiatan
seperti ini sering dilakukan,” ujarnya.
Operasi pasar pangan murah ini merupakan hasil kerja sama
antara Kementerian Pertanian dengan PT Pos Indonesia dan BUMN Pangan lainnya.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah
hadir langsung dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi
masyarakat.
Pemerintah juga terus mengimbau kepada seluruh pelaku usaha
pangan untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Mentan Amran menegaskan
bahwa pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap oknum yang mencoba
memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan berlebih. “Kita tidak akan ragu
menindak spekulan yang bermain harga. Kepentingan rakyat adalah yang utama,”
tegasnya.
Selain operasi pasar, Kementerian Pertanian juga memperkuat
distribusi dan pasokan pangan agar tidak ada kelangkaan di berbagai daerah.
Pemerintah akan terus turun ke lapangan untuk memastikan setiap warga
mendapatkan akses pangan dengan harga yang stabil.
Dengan berbagai upaya ini, masyarakat diharapkan dapat
menjalani Ramadan dengan tenang dan penuh keberkahan, tanpa khawatir akan harga
pangan yang melambung tinggi. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga
stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

