- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Mengintip Cara Anak Mengakrabi Kaki Seribu di Pemakaman

JAKARTA - Bertempat di Ruang Terbuka
Hijau (RTH) pusat Jakarta, Fatih, Umar dan Fawaz berkegiatan di makam. Loh
kenapa Makam? Karena makam juga sebagai salah satu bentuk RTH yang memenuhi
kriteria jika dinilai dari vegetasi karena memiliki berbagai jenis pohon.
Makam juga memiliki fungsi ekologis yang berperan menyerap
air hujan, sebagai habitat beberapa satwa liar seperti burung, ular, kodok,
biawak dan beberapa yang lainnya. Yang tak kalah penting makam memiliki fungsi
sosial dan budaya yang unik sehingga manfaatnya perlu dipikirkan lagi untuk
konteks yang lebih luas.
Misal saja, tiga orang anak yang disebutkan di atas tadi mulai
dikenalkan dengan lingkungan terkecil, mereka belajar dari serangga, fungsi
tanah serta beberapa fauna yang berfungsi sebagai pengurai. Sebut saja, kaki
seribu atau dikenal dengan keluwing adalah salah satu hewan kebun yang
kehadirannya cukup meresahkan bahkan menakutkan untuk anak dan orang dewasa.
Baca Lainnya :
- 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer (1925-2025): Petani dan Biografi0
- Pagar0
- Mau Kuliah Gratis? Beasiswa Bank Indonesia 2025 Telah Dibuka, Ini Syaratnya!0
- Pangan, Gizi dan Harapan0
- Imlek: Puisi dan Biografi0
Banyak yang merinding atau pun geli jika mendekati hewan
ini. Orang juga merasa takut jika bertemu dengan kaki seribu karena bentuk
fisik dari hewan ini menyerupai kelabang. Dan, tentu saja anggapan tersebut
tidak benar. Umar, Fatih dan Fawas pertama-tama memang merasa takut, namun
ketika diberikan media tambahan kaki seribu justru dianggapnya sebagai sahabat.
Kaki seribu tidak sama dengan kelabang. Hewan ini juga tidak
memiliki racun yang berbahaya bahkan cenderung pemalu. Kalau kita sentuh
sedikit saja, maka kaki seribu akan melingkarkan tubuhnya sebagai tanda
perlindungan diri, hewan ini memiliki bau khas yang ternyata justru untuk
melindungi diri dari yang ingin mengganggunya.
Ulat kaki seribu memiliki banyak telur dan larva yang sudah
siap untuk kembali menyerbu perkebunan Anda. Bahkan pada beberapa kasus, ulat
kaki seribu dewasa akan masuk ke dalam rumah. Banyak ditemui di rumah yang
memiliki halaman dengan tanah cukup sebagai tempat berkembang biaknya ulat ini.
Tak terasa hari sudah sore, Umar, Fawas dan Fatih tanpa
sadar dalam bermain terkandung pelajaran yang bisa dibagi kepada teman dan
keluarganya di rumah. (fadlik al iman)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

