- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Menanam, Merawat dan Menjaga Pohon: Life Style yang Terpinggirkan di Era Postmodernisme
.jpg)
Adik Bahanawan
Peneliti Ilmu Kayu dan Teknologi Hasil Hutan,
BRIN
Baca Lainnya :
- Deforestasi, Saatnya Negara Tegas Perbaiki Pengelolaan Hutan 0
- Raja Dirgantara Kembali ke Langit Jawa: Pelepasliaran Elang Jawa di TNGGP0
- Nih Lima Negara dengan Hutan Terluas di Dunia Tahun 20250
- Hutan: Kekuasaan dan Pelajaran0
- Indonesia Perlu Pastikan Infrastruktur Hingga Protokol Tanggap Darurat Hadapi Risiko Hidrometeorolog0
SELAMA hidup, sudah pernah menanam
pohon? Kapan terakhir kali menanam pohon? Kenapa belum pernah menanam pohon?
Pohon apa yan sudah pernah ditanam? Bagaimana kabar pohon-pohon yang sudah
pernah ditanam? Pentingkah pohon untuk ada di halaman rumah kita? Pentingkah
pohon untuk ada di lingkungan kita? Sederet pertanyaan yang hanya bisa dijawab
dengan nurani. Sederet pertanyaan yang hanya bisa diselaraskan dengan kebutuhan
terkini, saat ini, dalam derap langkah kehidupan modern.
Pohon ada dalam keseharian kita. Disadari atau tidak,
keberadaanya dekat dengan kita. Sebagai sesama makhluk hidup, kita mendiami
bumi yang sama dan saling bersinergi serta saling memberikan manfaat. Pohon dan
tetumbuhan lainnya merupakan anugerah bagi kita. Pohon merupakan organisme yang
temasuk dalam kerajaan (kingdom) plantae/ tumbuhan, dalam
perspektif taksonomi. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan, hingga saat ini
berbagai definisi terkait pohon sudah dapat dijelaskan sampai pada level
spesies.
Pohon, secara morfologi, terdiri dari bagian-bagian utama
antara lain akar, batang dan daun. Dalam kacamata ekosistem, pohon tumbuh dan
berkembang membentuk suatu sistem kehidupan yang lebih kompleks dengan
lingkungannya. Dari kacamata inilah, kemanfaatan pohon akan dirasakan lebih
besar. Bagaimana pohon dan ekosistem lingkungannya berpengaruh pada iklim mikro
sehingga pada perspektif yang lebih holistik, ekosistem pohon seluruh dunia
akan berkontribusi nyata terhadap iklim global.
Setiap tahun, termasuk di negara kita, tanggal 21 November
diperingati sebagai hari pohon sedangkan tanggal 28 November diperingati
sebagai hari menanam pohon. Kedua momentum tersebut, sering dijabarkan oleh
para pemerhati dan penggiat lingkungan untuk menggaungkan kembali dan
mengingatkan berulangkali pentingnya kehadiran pohon pada kehidupan kita.
Muncul berbagai hastag “cinta pohon”, “ayo menanam”, dan
lain-lain yang merupakan panggilan hati untuk benar-benar peduli akan pohon dan
lingkungan. Fenomena ini semoga saja tidak hanya menjadi normatif dan euforia
sesaat, namun benar mengakar kembali pada kesadaran kita untuk kembali membumikan
dan lantang menjargonkan “green lifestyle”, “back to nature” dan
“sustainability”.
Pohon adalah organisme hidup yang sangat familiar dalam
kehidupan kita sehari-hari. Pohon memiliki banyak manfaat dan peran penting
dalam kehidupan kita antara lain menjadi keseimbangan alam dan ekosistem,
menyediakan oksigen, menyerap karbon dioksida, berperan dalam merawat tanah dan
mencegah longsor, mencegah banjir, tempat tinggal hewan, dan lain sebagainya.
Pohon merupakan individu makhluk hidup yang mempunyai akar,
batang dan daun. Beberapa pustaka menyebutkan bahwasanya tingkatan pohon
terbagi dalam 4 klasifikasi yaitu semai (tinggi sampai 1,5 m), sapihan (tinggi
>1,5 m dengan diameter < 10 cm), tiang (diameter 10 cm – 19 cm), pohon
inti (diameter 20 cm – 49 cm) dan pohon besar (diameter > 50 cm). Dalam
pendekatan ilmu taksonomi, pohon terbagi dari bermacam tingkatan klasifikasi
mulai dari divisi, kelas, ordo, famili, genus hingga spesies.
Kemanfaatan Ekologi dan Ekonomi Pohon
Indonesia dianugerahi kekayaan hayati yang sangat melimpah.
Kekayaan hayati ini termasuk di dalamnya adalah berbagai jenis pohon. Berbagai
jenis pohon ini, diketahui ada yang dimanfaatkan secara ekonomi dan adapula
kemanfaatan secara ekologi, maupun keduanya.
Secara ekonomi, kita mengenal berbagai jenis pohon komersial
seperti Pohon Jati (Tectona grandis L.f.), pohon meranti
(famili Dipterocarpaceae), pohon sengon (Falcataria
moluccana (Miq.) Barneby & J.W.Grimes) yang memanfaatkan kayunya
untuk diperjualbelikan dan bermanfaat secara ekonomi. Tentunya masih banyak
lain jenis-jenis pohon-pohon lain yang menghasilkan kayu-kayu berkualitas
dengan berbagai peruntukannya.
Di sisi lain, kita mengenal pohon durian (Durio
zibetinus L.), pohon alpukat (Persea americana Mill.),
pohon rambutan (Nephelium lappaceum L.) yang banyak
dimanfaatkan bagian buahnya untuk mengisi dapur-dapur masyarakat kita sehingga
varian asupan makanan lebih bergizi. Kita mengenal pohon kelapa sawit, di mana
buahnya dimanfaatkan dan diolah sedemikian rupa menjadi minyak goreng
penghangat kudapan-kudapan nikmat nan menggugah selera. Kita mengenal pohon
kayu manis (Cinnamomum burmannii (Nees &Th. Nees)
yang dimanfaatkan kulit batangnya untuk pelengkap rempah rempah di dapur
ibunda-ibunda kita.
Kita mengenal pohon tusam (Pinus merkusii Junghn
& de Vriese) yang banyak menghiasi daerah daerah dataran tinggi sebagai
penyerap dan penyimpan air sehingga kuantitas dan kualitas air dari hulu masih
terjaga untuk dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Kita mengenal beberapa jenis pepohon rimba di Kalimantan dan
Sumatra yang menjadi habitat tempat tinggal dari berbagai jenis burung dan
mamalia seperti orang utan. Kita juga pasti mengenal berbagai pohon perindang
dan penyejuk di jalanan perkotaan hingga pedesaan seperti Angsana (Pterocarpus indicus Willd.),
ketapang (Terminalia catappa L.) dan trembesi (Samanea saman (Jacq.)
Merr.).
Sistem Kompleks yang Menjaga Ekologi Tanah, Air dan Udara
Pohon merupakan tegakan tunggal. Kumpulan beberapa jenis
pohon yang sama akan menjadi tegakan pohon. Lebih kompleks, Kumpulan berbagai
jenis pohon akan menjadi ekositem hutan. Suatu sistem yang sangat kompleks
dengan berbagai detail -detail alami yang menakjubkan, antara lain sistem
perakaran dan sistem kanopi. Akar adalah bagian paling bawah dan umumnya berada
di bawah permukaan tanah. Akar memiliki kemampuan dalam menyerap dan menyimpan
air.
Kompleksitas hubungan perakaran dalam ekosistem hutan,
menghasilkan kemampuan menakjubkan dalam menjaga kestabilan tanah dan menyimpan
air. Sistem perakaran juga berkontribusi pada kemampuan ekologis ekosistem
dalam mencegah berbagai bentuk bencana seperti longsor, abrasi, erosi maupun
banjir.
Kanopi pohon dan sistem kanopi tegakan hutan juga tidak
kalah mentereng fungsinya. Kanopi merupakan bagian atas dari tetumbuhan pohon,
yang secara detail dikaitkan dengan sistem arsitektur dedaunan. Kemampuan
kanopi yang paling utama adalah dikaitkan dengan kemampuan penutupannya
terhadap permukaan tanah, terutama dalam hal perlindungan dari hempasan hujan
yang terdapat kemungkinan bisa melimpaskan aliran air sehingga memicu kerusakan
permukaan tanah. Kanopi berperan lebih jauh dalam sistem hara tertutup pada
ekosistem hutan sehingga proses renutrition selalu
terjaga. Proses alami tersebut memberikan kemampuan bagi tanah untuk
selalu memperbaharui kemampuan regenerasinya sehingga sustainabilitas ekostem
hutan terjaga melalui profil tanah dan sistem air yang baik.
Sedekah dan pahalanya dengan menanam pohon
“Tidaklah seorang muslim pun
yang bercocok tanam atau menanam satu tanaman, lalu tanaman itu dimakan oleh
burung, atau manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya” (HR.
Bukhari). Hadis ini menerangkan bahwa ada pahala sedekah bila kita menanam
pohon dengan niat untuk memberikan kemanfaatan untuk lingkungan. Hal ini
tentunya menjadi penyemangat bagi kita untuk terus melakukan kebaikan.
Salah satu kebaikan tersebut adalah menanam pohon. Upaya
menanam dan merawat pohon sangat penting untuk terus dilakukan. Semangat
menjaga bumi dan lingkungan akan membantu generasi saat ini dan generasi
mendatang menikmati anugrah alam yang luar biasa ini.
Menanam pohon adalah suatu bentuk ibadah. hal ini tentunya
mengacu pada kemanfaatan yang akan banyak dirasakan bila kita mau menanam
pohon. Terdapat hadis tentang pohon dan menanam pohon yang seringkali menjadi
penyemangat untuk kita menanam pohon.
“Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah
seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari
kiamat untuk menanamnya, maka tanamlah” (HR. Bukhari dan Ahmad). Hadis
tersebut mangajarkan kepada kita untuk merawat bumi dengan menanam pohon.
Pohon dan Kelestarian Bumi
Pada akhirnya, menanam dan merawat pohon merupakan suatu
gerakan positif yang berdampak sosial bagi masyarakat dan lingkungan. Semangat
menanam dan merawat pohon merupakan suatu hal yang baik dan harus terus
dilakukan. Hal ini sejalan dengan semangat “green lifesyle”, “back to
nature”, maupun “environmental sustainability” yang dengungnya
tidak hanya untuk skala regional dan nasional tapi sudah mengakar ke seluruh
penjuru dunia. Semangat untuk membuat bumi menjadi lebih baik.
Semangat untuk mewariskan bumi dan lingkungan yang tetap
asri bagi generasi mendatang dan semangat manusia untuk menjadi
khalifah/pemimpin di muka bumi dengan terus menerus berbuat baik dan
menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat merusak alam. Mari terus menanam
pohon, merawat pohon dan menjaga pohon sehingga aktivitas ini bermanfaat untuk
lingkungan dan menuai pahala dari kemanfaatannya. Jangan lupa, weekend ini,
tanam pohon di rumahmu ya!
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

