- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
LindungiHutan Perkuat Peran Petani dalam Program Penghijauan dan Ketahanan Iklim
2.jpg)
SEMARANG – Menyambut Hari Tani
Nasional, LindungiHutan menegaskan komitmennya mendukung petani sebagai garda
depan ketahanan pangan sekaligus pelestari lingkungan melalui program
agroforestry dan penghijauan berbasis kolaborasi. Hingga September 2025,
komunitas LindungiHutan telah menanam lebih dari 1 juta pohon di 30+ lokasi
Indonesia, dengan sebagian besar melibatkan kelompok tani lokal dalam
pemeliharaan dan pemanfaatan hasilnya.
Diketahui, kondisi degradasi lahan pertanian dan hutan di
Indonesia semakin mengkhawatirkan. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat,
laju deforestasi mencapai 104 ribu hektare per tahun (2022–2023). Situasi ini
membuat petani semakin rentan terhadap perubahan iklim, mulai dari gagal panen
akibat banjir hingga menurunnya produktivitas tanah. Di sinilah agroforestry
hadir sebagai solusi sistem yang menggabungkan pohon dengan tanaman pangan,
terbukti meningkatkan pendapatan petani hingga 66% dalam beberapa skema hutan
kemasyarakatan (CIFOR-ICRAF, 2023).
“Setiap pohon yang ditanam melalui LindungiHutan tidak hanya
menyerap karbon, tapi juga menumbuhkan harapan baru bagi petani. Kami percaya
agroforestry bisa menjadi jembatan antara kesejahteraan petani dan
keberlanjutan lingkungan,” ujar Miftachur Ben Robani, CEO LindungiHutan.
Baca Lainnya :
- Dari Binus International ke Brisbane: Perjalanan Fannisa Widya Puteri Kuliah Double Degree0
- Tonggak Sejarah Medis Tanah Air: Robot Bedah Otak Pertama di Indonesia Hadir di Siloam Hospitals0
- 5 Dampak Tak Terduga yang Datang Kalau Konten Kamu Viral0
- Soft Opening Horison Resort Tulip Puncak Elegance in Culture, Complete in Stay, Harmony in Nature0
- Hutan: Iklan dan Bacaan 0
Melalui kampanye digital, publik dapat berdonasi bibit pohon
yang akan ditanam bersama petani mitra di berbagai daerah. LindungiHutan juga
memastikan transparansi dengan memberikan laporan berkala, mulai dari foto
lapangan hingga estimasi serapan karbon. Dengan demikian, masyarakat dan
perusahaan yang berkontribusi dapat langsung melihat dampak nyata aksi mereka.
Hari Tani Nasional menjadi momentum penting untuk memperluas
kolaborasi. Melalui agroforestry dan gerakan menanam pohon, kita bukan hanya
mendukung petani, tapi juga membangun masa depan Indonesia yang lebih tangguh
menghadapi krisis iklim.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

