Logo Porosbumi
02 Apr 2026,
02 April 2026
LIVE TV

Ketahanan Pangan Indonesia Makin Mentereng, Stok Beras Nasional Capai Rekor Baru Sepanjang Sejarah

Yani Andriyansyah 01 Apr 2026, 08:02:57 WIB
Ketahanan Pangan Indonesia Makin Mentereng, Stok Beras Nasional Capai Rekor Baru Sepanjang Sejarah
Stok beras nasional mencatat rekor baru hingga 4,3 juta ton. (Kementan)

Angin segar berembus di sektor ketahanan pangan Indonesia. Kementerian Pertanian (Kementan) baru-baru ini mengukir sejarah baru dengan capaian fantastis, stok beras nasional meroket hingga 4,3 juta ton. Angka ini bukan sekadar statistik biasa, melainkan rekor tertinggi sepanjang masa yang pernah dicatatkan Republik ini. Pencapaian ini sekaligus sebagai bukti nyata posisi ketahanan pangan nasional yang semakin kokoh, di tengah gejolak dan ketidakpastian global yang terus membayangi.


Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dengan bangga, membeberkan angka yang melampaui rekor sebelumnya di angka 4,2 juta ton ini. Ini tertinggi sepanjang sejarahBulan depan kita perkirakan bisa mencapai 5 juta ton! seru Mentan Amran usai rapat hilirisasi bersama BUMN Pangan di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (30/3/2026). 


Lonjakan stok beras ini ternyata punya dampak domino yang positif, terutama pada stabilisasi harga pangan. Amran menegaskan, komoditas beras—yang selama 10-20 tahun terakhir kerap menjadi momok penyumbang inflasi—kini tak lagi jadi biang kerok tekanan harga. Alhamdulillah, Ramadan tahun ini harga beras terkendali dan tidak menjadi penyumbang inflasi seperti tahun-tahun sebelumnya, jelasnya.


Tentu saja, peningkatan stok yang begitu signifikan ini membawa tantangan tersendiri,kapasitas penyimpanan nasional harus diperluas. Dari total kapasitas gudang sekitar 3 juta ton yang tersedia, pemerintah langsung bergerak cepat dengan menyewa tambahan gudang berkapasitas hingga 2 juta ton. Langkah antisipatif yang patut diacungi jempol.


Kabar baik ini tidak berhenti di sektor pangan saja. Pemerintah juga ngebut mendorong hilirisasi pertanian, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan berbasis biofuel. Salah satu langkah jitu yang kini digeber adalah implementasi biodiesel B50. Ini bagian dari upaya kita menuju kemandirian energi. Tahun ini kita tidak impor solar karena sudah digantikan biofuel dari sawit, tegas Mentan Amran, menunjukkan komitmen kuat Indonesia.


Tak mau ketinggalan, Direktur Utama Perum Bulog juga mengamini bahwa tren peningkatan stok beras ini masih terus berlanjut. Dari 4,3 juta ton saat ini, target 4,5 juta ton pada akhir bulan sudah di depan mata. Bahkan, penyerapan beras dari Januari hingga Maret sudah mencapai 1,3 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah, belum pernah terjadi sebelumnya dalam periode tiga bulan, imbuhnya, menggambarkan kinerja luar biasa di lapangan.

 

Ke depan, ambisi pemerintah semakin tinggi dengan menargetkan pengembangan bioetanol melalui program E20. Ini adalah campuran 20 persen etanol dalam bensin yang akan bersumber dari komoditas pertanian seperti jagung, ubi, dan tebu. Sebuah langkah yang diharapkan jadi lompatan besar menuju kemandirian energi nasional seutuhnya.


Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Badan Pengelola BUMN, Tedi Bharata, menegaskan bahwa BUMN siap pasang badan menjadi motor penggerak transformasi sektor pangan dan energi, berkat kolaborasi kuat dengan Kementan. BUMN siap mengoptimalkan potensi yang ada untuk memastikan Indonesia semakin mandiri dan mampu menghadapi tantangan global, ujarnya penuh keyakinan.


Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menambahkan deretan prestasi membanggakan lainnya. Indonesia kini tak hanya swasembada beras, tetapi juga di komoditas strategis lain seperti jagung untuk pakan, bahkan surplus ayam dan telur. Ia menekankan, pengembangan bioenergi berbasis pertanian adalah kunci utama dorongan kemandirian energi nasional. 


Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, kita tidak hanya mencapai swasembada pangan, tetapi juga bergerak menuju swasembada energi, jelasnya, menyoroti visi besar kepemimpinan nasional.


Mentan Amran menutup perbincangan dengan senyum sumringah. Capaian sektor pertanian ini, katanya, turut mendongkrak kesejahteraan petani dan menyumbang kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 5,7 persen—angka tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Kabar gembira lainnya, harga pupuk juga tercatat turun hingga 20 persen, meringankan beban produksi petani.


Kementan dengan bangga menyatakan bahwa semua capaian luar biasa ini adalah hasil dari kolaborasi kuat antara pemerintah, BUMN, dan para petani yang gigih. Ini adalah momentum emas di tengah dinamika geopolitik global, yang membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri tegak dan mandiri. Sebuah rekor yang bukan hanya angka, tapi juga cerminan semangat dan kerja keras seluruh anak bangsa. (yans)

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```