- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Kementan Perkuat Hilirisasi Perkebunan di Timur Indonesia
5.jpg)
HALMAHERA BARAT –
Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat aksi nyata dalam memperkuat
hilirisasi perkebunan dan mewujudkan ketahanan pangan hingga timur Indonesia.
Sebagai bagian dari langkah strategis tersebut, Plt Direktur
Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan RI, Abdul Roni Angkat, melakukan
peninjauan langsung ke Unit Pengolahan Hasil (UPH) sagu di Desa Susupu,
Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. UPH yang
merupakan bantuan Kementan tahun 2022 tersebut memiliki kapasitas produksi
sebesar 350 kilogram tepung sagu per hari.
“UPH sagu ini menjadi bukti bahwa sumber daya lokal seperti
sagu bisa dikelola secara produktif dan ekonomis. Dengan harga pasar saat ini
mencapai Rp15.000 per kilogram, UPH ini bernilai ekonomi yang tinggi sehingga
berkontribusi signifikan terhadap pendapatan masyarakat serta mendukung
ketahanan pangan berbasis kearifan lokal,” kata Roni dalam keterangannya pada
Senin (4/8/2025).
Baca Lainnya :
- Akselerasi Proyek Gasifikasi di Nias Wujud Nyata Swasembada Energi0
- AMAN Kecam Perusakan Situs Masyarakat Adat di Minahasa Tenggara0
- Transformasi Fokus Penelitian Ekosistem Gambut di Tengah Ancaman Degradasi0
- Bendungan Cipanas Topang Ketahanan Pangan hingga Picu Pengembangan Bandara Kertajati0
- Belantara Foundation Bersama Mahasiswa dan Pelajar Asal Jepang Tanam Pohon di Tahura SSH Riau0
Selain itu, Kementan juga terus memastikan ketersediaan
benih unggul untuk mendukung produksi komoditas perkebunan. Salah satunya
dengan meninjau penangkaran benih pala di Maluku Utara. Penangkaran tersebut
telah memproduksi sekitar 450 ribu batang pala varietas unggul Ternate 1.
Sebanyak 69 ribu batang telah memperoleh sertifikat mutu benih (SMB).
“Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman,
penguatan hilirisasi subsektor perkebunan harus dimulai dari hulu, salah
satunya dengan memastikan ketersediaan benih unggul. Dibutuhkan benih yang
berkualitas dan bersertifikat untuk produksi dan produktivitas yang optimal,
serta mendorong produk bernilai tambah," jelas Roni.
Ia juga menegaskan bahwa kunjungan ke penangkaran benih
dilakukan untuk memastikan kualitas benih yang akan digunakan tetap terjaga dan
sesuai standar. Hal ini sebagai fondasi penting dalam memperkuat hilirisasi
komoditas perkebunan.
“Kesiapan penangkaran ini menjadi fondasi penting dalam
pengembangan kawasan perkebunan pala yang lebih luas di Maluku Utara,"
terang Roni.
Selain itu, Roni dan jajaran Kementan juga melakukan
monitoring terhadap bantuan UPH kelapa tahun 2024 di Desa Bobanehena, Kecamatan
Jailolo. Menurut Ketua Kelompok Tani, Syarif, unit ini mampu memproduksi hingga
50 liter minyak kelapa per hari dengan kebutuhan bahan baku sebanyak 10 butir
kelapa per liter. Harga jual minyak kelapa lokal saat ini berada di kisaran
Rp30.000 per liter.
“Produk kami masih dijual untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat sekitar. Namun ke depan, kami berharap bisa menjangkau pasar yang
lebih luas," ungkap Syarif optimistis.
Dalam kesempatan berbeda, Menteri Pertanian (Mentan) Andi
Amran Sulaiman menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan program prioritas
Presiden Prabowo Subianto. Untuk itu, pemerintah terus mendukung penguatan
sektor pertanian di berbagai daerah dengan memanfaatkan keunggulan komparatif
wilayah masing-masing.
“Saat ini Presiden fokus pada pertanian untuk mewujudkan
program prioritas swasembada pangan. Kita harus mendukung keunggulan tiap
daerah dan membagi peran sesuai kompetensi serta potensi masing-masing,” ujar
Mentan Amran.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

