- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Kemendes PDTT Kembangkan Produk Unggulan di Kawasan Blok Masela

Metrotvnews.com, Maluku: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kembangkan produk unggulan berbasis desa. Desa Lermatang, Kabupaten Maluku Tenggara Barat dijadikan sebagai model pengembangan aquaculture estate di tujuh desa lain di kawasan blok Masela.
“Kami akan kembangkan aquaculture estate di tujuh desa di Pulau Sera dan Pulau Yamdena dengan anggaran di 2017 ini,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (PDTU) Kemendes PDTT, Suprayoga Hadi dalam keterangan tertulis kepada Metrotvnews.com, Minggu 12 Maret 2017.
Acara panen perdana rumput laut di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang dihadiri Suprayoga ini menjadi contoh pengembangan implementasi program prioritas produk unggulan desa (Prudes) di wilayah pulau kecil dan terluar (PKT).
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ngurmase di Desa Lermatang juga diresmikan dalam waktu yansama. BUMDes kali pertama dibentuk di Kabupaten Maluku Tenggara Barat juga difokuskan pada peningkatan produktivitas rumput laut.
Pemerintah juga berencana akan merevitalisasi Pabrik Pengolahan Rumput Laut di Desa Lermatang. Pabrik yang telah sempat beroperasi tersebut, terhenti karena kesulitan air bersih.
“Kami akan merevitalisasi pabrik itu dan asetnya akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah,” lanjutnya.
Pengembangan produk unggulan rumput laut di desa-desa di kawasan ini, kata Suprayoga, diharapkan dapat mendorong perekonomian desa dan kawasan perdesaan yang lebih berdaya saing. Kemendes PDTT juga bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kemendes PTT juga menyertakan INPEX, mitra SKK Migas untuk memberikan pelatihan ketrampilan dan kejuruan serta penguatan kelembagaan ekonomi desa. Destructive Fishing Watch (DFW) menjadi mitra pelaksana dari kegiatan tersebut.
Kemndes PDTT akan terus mengembangkan produk unggulan pada desa-desa di daerah pulau kecil terluar lainnya. Hal serupa akan diterapkan di Kabupaten Pulau Morotai, Kabupaten Kepulauan Aru, dan Kabupaten Sabu Raijua.
"Lokasi itu telah ditetapkan sebagai kabupaten prioritas penanganan terintegrasi dalam rangka percepatan pembangunan daerah tertinggal. Hal itu telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2017,” tandas Suprayoga.
sumber : ekonomi.metrotvnews.com
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

