- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Kakek 103 Tahun Sukses Jualan di Tiktok Shop

Di usianya yang telah melewati satu abad, Pak Mustar, seorang kakek berusia 103 tahun baru-baru ini mencuri perhatian publik dengan aktivitasnya sebagai Affiliate Tik Tok Shop. Lewat akun Tik Tok @pak.mustar1921, kakek kelahiran 1921 ini aktif memanfaatkan platform digital tersebut untuk mempromosikan berbagai produk.
Produk yang ditawarkan pun random dan bervariasi, mulai dari barang kebutuhan sehari-hari seperti paket tisu, shampo, sabun cuci piring, bumbu masakan, baju, kaos, sembako, hingga barang elektronik seperti handphone stabilizer, tongsis, dan sisir elektrik.
Dengan gaya yang sederhana namun antusias, Mustar melakukan promosi dengan mengenalkan keunggulan dari produk yang ia jual. Salah satu ciri khasnya yang unik adalah pembukaan di setiap video Mustar yang diawali dengan tawa ramah, seperti “Ha ha, halo bapak ibu, adik-adik semua!” yang langsung menciptakan suasana akrab dengan penonton.
Ia juga mengaku sangat dibantu oleh kerabat terdekat bahkan mempelajari trik konten bisa fyp langsung dari seorang fyp specialist.
“Saya dibantu anak bungsu dan dibantu team mas Leo Giovanni, buku mas Leo memang luar biasa,” ungkap Mustar lewat comment section di akun Tik Tok nya @pak.mustar1921
Sebagai orang yang lahir sebelum Indonesia merdeka, Mustar juga berbagi kisah yang ia alami selama masa penjajahan Belanda dan Jepang. Terkadang ia juga membuat konten berupa nostalgia masa lalu dengan menyanyikan lagu saat penjajahan Jepang.
“Kalau penjajahan Belanda itu masih enak, masih ada kemakmuran. Tapi waktu kedatangan Jepang, orang-orang itu banyak yang menderita. Tiap hari harga kebutuhan meningkat,”ungkapnya.
Melihat semangat Mustar di setiap konten videonya, tentu mengundang tanya para netizen untuk mengetahui rahasia kakek yang berusia senja ini. Tidak membebani diri dengan terlalu banyak pikiran pun menjadi tips Mustar untuk menjaga kesehatan. Ia juga mengaku tetap senang berusaha supaya dapat menjadi contoh bagi anak-anak muda,
“Kalau saya ini kan tinggal nunggu harapan. Harapan saya itu mati. Kalau yang masih muda itu kan masih panjang umurnya, masih banyak yang direncanakan, jadi jangan banyak menganggur,”ujarnya.
????: TikTok/pak.mustar1921
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

