- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Jelang Ramadan, Pemerintah Siapkan Operasi Pasar untuk Stabilkan Harga Pangan
6.jpg)
JAKARTA – Menjelang bulan suci
Ramadan, pemerintah telah menyiapkan langkah strategis untuk memastikan
ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di seluruh Indonesia. Salah satu
langkah utama yang dilakukan adalah menggelar operasi pasar di berbagai daerah guna
menekan potensi lonjakan harga pangan.
”Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kita harapkan harga
bahan pokok stabil, bila perlu harganya lebih rendah daripada tahun
sebelumnya,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sekaligus
selaku Menko Pangan Ad Interim saat memimpin Rapat Koordinasi Ketersediaan
Bahan Pokok bersama kementerian, lembaga, dan BUMN Pangan, di Kantor Pusat
Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (17/2/2025).
Mentan Amran mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan
mekanisme operasi pasar, termasuk rencana volume komoditas yang
didistribusikan, penentuan harga berbagai komoditas pada operasi pasar, hingga
penentuan lokasi pelaksanaan operasi pasar.
Baca Lainnya :
- Wamentan: Serap Gabah Sesuai HPP Komitmen Presiden Prabowo Sejahterakan Petani0
- Mentan Fasilitasi Kesepakatan Bulog dan PERPADI, Serap Gabah Petani Setara 2,1 Juta Ton Beras0
- Menakar Kunci Sukses Swasembada Pangan0
- Wamentan: Bulog Wajib Serap 3 Juta Ton Beras Petani0
- Mendes: Tidak Boleh Kurang, 20 Persen Dana Desa Digunakan Untuk Ketahanan Pangan0
”Kita akan melakukan operasi pasar besar, khususnya
komoditas daging, gula pasir, minyak goreng, dan seterusnya. Hari ini kita
masih rapatkan dan keputusan terakhir itu pada 19 Februari 2025,” ungkapnya.
Mentan Amran menambahkan bahwa pemerintah akan cermat dalam
menentukan harga komoditas pada operasi pasar ataupun harga eceran tertinggi
(HET) komoditas secara umum yang akan diumumkan pada 19 Februari 2025 nanti.
”Kita ingin di bulan suci Ramadan, semua yang melaksanakan
ibadah puasa tersenyum karena harga stabil. Tugas kita sebagai regulator dan
pengatur kebijakan, bagaimana produsen dalam hal ini petani dan peternak
tersenyum, konsumen bahagia, dan pengusaha tetap untung,” ujarnya.
Mentan Amran juga memastikan ketersediaan bahan pokok yang
mencukupi jelang Ramadan. ”Beras aman, itu yang paling penting, beras aman
karena ini kontribusinya kepada inflasi. Daging, bawang, insya Allah kita aman,
stok aman. Intinya stok kita siapkan sekarang, kita sudah pantau, kita sudah
rapat koordinasi tadi, stok aman, jumlahnya cukup,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri
(Wamendagri), Bima Arya, menambahkan akan memberikan dukungan untuk menjaga
stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan. Salah satunya, koordinasi dengan
Dinas Perdagangan agar kegiatan operasi pasar menjangkau lapisan masyarakat di
daerah.
”Atas arahan Bapak Menteri Pertanian, kami akan langsung
berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan PD Pasar, terutama di daerah yang
mengalami indikasi kenaikan agar bisa dikendalikan dan turun operasi pasar di
sana dengan komoditas yang sudah ditentukan dan juga dengan titik-titik yang
telah ditentukan berdasarkan laporan,” jelasnya.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

