- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Harga Cabai Rawit Merah Masih Tinggi, Ini Komentar Mentan

Liputan6.com, Jakarta - Harga cabai rawit merah masih bertahan di level harga yang tinggi. Di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, cabai rawit merah telah mencapai harga Rp 160 ribu per kg. Namun hal sebaliknya justru dikatakan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Menurut dia, harga cabai tersebut kini telah turun.
"Ini sudah turun," ujar dia di Toko Tani Indonesia (TTI) Center, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2017). Dia mengatakan, selama ini pemerintah telah berusaha menjaga harga 14 komoditas pangan strategis agar tidak bergejolak. Namun, menurut dia, yang diributkan selalu harga cabai yang tidak berdampak besar pada inflasi.
"Saya ingin bahas komoditas strategis yang menjadi fokus kita dalam dua tahun, ada 14 komoditas seperti padi, jagung, kedelai dan lain-lain. Beras dulu bergejolak, sekarang Rp 7.700. Beras itu kontribusi ke inflasi terbesar, tapi cabai yang dibahas," kata dia. Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Sputnik Sujono mengatakan, harga cabai rawit merah yang dijual di TTI dibanderol Rp 60 ribu per kg. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan yang dijual di pasar tradisional lantaran dari petani hanya Rp 35 ribu.
Baca Lainnya :
- Harga Daging Sapi Masih Stabil di Rp 120.000/Kg0
- Rawit Merah Mahal, Konsumennya Tukang Bakso Hingga Nasi Goreng0
- Kemendagri Penasaran dengan Kawasan Jagung Modern di Lamongan0
- Hampir 10.000 e-Warung Siap Edarkan Bantuan Pangan0
- Sri Mulyani: Jangan Biarkan Orang Lain Hina Republik Ini0
Sebelumnya diberitakan, harga cabai rawit merah di Pasar Kebayoran Lama saat ini mencapai Rp 160 ribu per kg. Sutamaji (50), seorang pedagang di pasar, mengatakan, harga cabai rawit merah naik dari pekan lalu. Sebelumnya, harga cabai rawit sekitar Rp 120 ribu per kg. "Rawit dari tiga hari lalu, sebelumnya Rp 120 ribu-110 ribu per kg," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com.
Kenaikan harga cabai, menurut dia, disebabkan oleh cuaca buruk, sehingga pasokan berkurang. Sutamaji mengatakan, cabai rawit merah telah mencapai Rp 140 ribu per kg di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta.
"Dari Induk Rp 140 ribu-150 ribu per kg. Yang bagus Rp 150 ribu per kg. Kalau jual Rp 160 ribu per kg sebenarnya rugi. Mati 1 ons aja (kehilangan) Rp 16 ribu," ungkap dia. Dia mengatakan, tingginya cabai rawit merah membuat para konsumen mengeluh meski mau tidak mau mereka membelinya. Namun, konsumen kini telah mengurangi pembelian.
"Yang pada beli bingung, tapi belinya ya sedikit, paling seperempat, biasanya sekilo jadi seperempat. Sudah Rp 40 ribu," tutur dia. Pedagang lain, Satiyah (43) mengatakan hal yang sama. Bahkan, dia bilang harga cabai rawit merah sempat tembus Rp 170 ribu per kg.
"Cabai rawit mahal itu, Rp 150 ribuan, kemarin malah sempat Rp 170 ribu per kg. (Cabai) keriting Rp 60 ribu per kg," ujar dia.
sumber : bisnis.liputan6.com
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

