- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Energi Bersih Aliri 25 Hektare Lahan Pertanian Berkelanjutan Milik Warga Desa Kalijaran

CILACAP – PT
Pertamina (Persero) turut mewujudkan ketahanan pangan, salah satunya dengan
program Kalijaran Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) di Desa
Energi Berdikari (DEB) Kalijaran, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Melalui PT
Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit IV Cilacap (RU IV), Pertamina
mengembangkan pemanfaatan energi ramah lingkungan pembangkit listrik tenaga
surya (PLTS) dan tenaga bayu (PLTB) untuk irigasi pertanian, hingga
hortikultura dan budidaya perikanan.
Program ini berhasil memberi
solusi untuk mengairi 25 hektar lahan sawah yang sebelumnya rentan kekeringan,
menjadi lahan pertanian produktif. Selain itu, Pertamina membina 35 petani,
serta 90 orang tenaga kerja untuk mengelola aktivitas di DEB Kalijaran.
Priyatno, Ketua Gabungan Kelompok
Tani (Gapoktan) Margo Sugih yang beraktivitas di pertanian Kalijaran,
mengungkapkan, sebelum bersinergi dengan Pertamina, sebagian besar lahan
pertanian desanya hanyalah lahan tadah hujan. “Sebelum ada pembinaan dari Pertamina,
petani hanya bisa menanam saat musim hujan karena keterbatasan air. Kalau mau
pakai pompa, biayanya mahal dan menambah polusi,” ujarnya, di Kalijaran, Kamis
(28/8).
Baca Lainnya :
- Sejumlah Tokoh Beri Kuliah Umum PBAK Mahasiswa Baru UIN Jakarta 20250
- Makan dan Berhitung 0
- Mengungkap Kisah Sejarah Perdagangan Islam Dunia dari Temuan Artefaktual dalam Karya Buku0
- Crunomys Tompotika, Spesies Baru Tikus Hutan dari Gunung Tompotika 0
- Atlet Kroasia Tahan Napas 29 Menit di Bawah Air, Kalahkan Mamalia Laut0
DEB Kalijaran saat ini
mengoperasikan irigasi lahan pertanian dengan PLTS dan PLTB. Program ini
menghasilkan energi terbarukan berkapasitas hingga 12.540 Wattpeak serta
mengurangi emisi karbondioksida 2.860 ton CO₂eq per tahun.
Priyatno mengungkapkan, kini
petani bisa menanam hingga tiga sampai enam kali panen per tahun. Pendapatan
petani pun meningkat dari sekitar Rp80 ribu per bedeng/per tahun menjadi Rp800
ribu.
PLTS juga dimanfaatkan untuk
penampungan air dan budidaya ikan, sehingga manfaatnya lebih luas. Mitra binaan
pengelola budidaya ikan mencatat tambahan pendapatan rata-rata Rp1,7 juta
hingga Rp2,3 juta per panen dari hasil pertanian dan perikanan.
Priyatno menambahkan, hasil panen
gabah kering juga diolah sehingga memiliki nilai tambah. Pertamina baru-baru
ini memberikan hibah mesin penggilingan padi dan jagung, serta sarana bangunan
penggilingan. Hasil panen dari sawah masyarakat pun bisa digiling secara
mandiri dan dikemas apik, untuk kemudian dijual.
Tak sampai situ saja, gabah yang
telah menjadi dedak paska penggilingan menjadi pakan bebek dan ternak, yang
juga dikembangkan oleh Desa Kalijaran.
“Harapan kami, masyarakat bisa
mandiri energi dengan memanfaatkan PLTS, PLTB, dan energi gerak. Dengan begitu,
desa bisa berkelanjutan, ramah lingkungan, dan tidak bergantung pada energi
lain. Bahkan ke depan, kami berencana mengolah kembali air hasil pompanisasi
menjadi air bersih,” pungkasnya.
Vice President Corporate
Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, MAPAN
Kalijaran merupakan program Desa Energi Berdikari (DEB) untuk mengembangkan
kemandirian ekonomi desa, sekaligus mengurangi emisi karbon dengan penggunaan
energi bersih.
"DEB merupakan upaya tanggung
jawab sosial lingkungan (TJSL) untuk mengembangkan energi transisi sebagai
solusi bagi tantangan yang dihadapi masyarakat. Pertamina berharap, DEB
terutama yang berada di Kalijaran ini dapat mendukung kemandirian ekonomi,
energi, hingga ketahanan pangan, sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah
Indonesia," jelas Fadjar.
Pertamina sebagai perusahaan
pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target net zero
emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung
pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut
sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di
seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

