- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Defisit USD2,3 Miliar, Muhamad Akbar Ungkap Keraguan Kelangsungan Usaha KRAS

Keterangan Gambar : Tumpukan Baja KRAS- KRAS
JAKARTA- PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) membukukan pertumbuhan
pendapatan usaha secara 7,4 persen tahunan menjadi USD706,08 juta pada 9 bulan
2025. Tapi beban pokok pendapatan bengkak 9,9 persen secara tahunan menjadi
USD652,96 juta.
Dampaknya, laba kotor tergerus 17,1 persen secara
tahunan menjadi USD53,115 juta. Bahkan emiten baja pelat merah itu melaporkan
rugi operasi sedalam USD37,856 juta.
Namun, KRAS mencetak laba sebelum pajak final senilai
USD33,07 juta pada akhir September 2025. Kondisi ini membaik dibanding akhir
September 2024 yang menderita rugi sebelum pajak sedalam USD181,68 juta.
Baca Lainnya :
- NPL Bengkak, Laba Bank Mandiri Turun 10 Persen Jadi Rp37,7 Triliun Akhir September 20250
- IHSG Ditaksir Tembus 8.400 Berbekal Kinerja Emiten Hingga Modal Asing0
- Laba BBNI Turun 7 Persen Jadi Rp15,1 Triliun Akhir September 20250
- Ekonom Indef Nilai Belum Terjadi Perubahan Signifikan di Struktural Ekonomi 0
- BI Laporkan Uang Beredar Tumbuh 8 Persen Tembus Rp9.771 Triliun0
Hasil itu buah dari laba atas penyelesaaian kewajiban
yang dipercepat dan keringanan atas utang restrukturisasi seniilai USD156,74
juta pada akhir September 2025. Pos ini nihil pada periode sama tahun lalu.
Senada, KRAS membukukan laba bersih senilai USD22,178
juta pada 9 bulan 2025. Kondisi ini membaik dibanding periode sama tahun 2024
yang mengalami rugi bersih USD185,22 juta.
Laba tersebut hanya dapat mengurangi akumulasi
kerugian atau defisit 0,88 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi USD2,304
miliar pada akhir September 2025. . pada saat yang sama, kewajiban jangka
pendek telah melebihi aset lancarnya sebesar USD1,534 miliar terutama karena saldo pinjaman bank tertentu
yang seluruhnya diklasifikasikan menjadi jangka pendek karena pelanggaran
persyaratan pinjaman.
Kombinasi
hal-hal tersebut di atas menimbulkan keraguan yang signifikan terhadap
kemampuan Grup untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
Sebenarnya manajemen KRAS telah menyusun rencana untuk
keluar dari kemelut itu melalui berapa langkah. Misalnya, menyusun
skema tata ulang penyelesaian
utang Tranche A, B dan C dengan sumber dana pembayaran yang terdiri dari arus
kas operasional, divestasi dan/atau optimalisasi aset Grup, serta fund raising
dari aksi korporasi lainnya.
Rencana lainnya, mempercepat
proses pemulihan HSM1. Saat laporan keuangan ini ditulis masih dalam tahap uji coba serta mengupayakan
dengan maksimal operation excellence
dalam pengoperasian pabrik HSM1.
Berikutnya, mengenjot penjualan atas produkproduk baja terutama hasil pabrik HSM1 yakni produk Hot
Roll Coil (“HRC”).
Namun
demikian menajemen mengungkapkan terdapat
ketidakpastian yang material dikarenakan bergantung pada dukungan dari kreditur dan
pemasok yang ada, melalui penundaan pembayaran liabilitas dan kemampuannya
untuk memperbaiki kinerja operasional dan kondisi keuangannya.
“Sampai
dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan ini, manajemen masih sedang
menjalankan rencana-rencana tersebut diatas. Ada kemungkinan beberapa rencana
tersebut tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh manajemen,” tulis Direktur Utama KRAS, Muhamad
Akbar dalam laporan keuangan kuartal III 2025 tanpa audit
dikutip, Selasa(28/10/2025).
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

