- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Bantuan Pangan Beras 2025 Disalurkan 6 Bulan

JAKARTA – Pemerintah memutuskan penyaluran bantuan pangan
(banpang) beras pada tahun 2025 akan dilaksanakan dengan alokasi 6 bulan.
Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi
mengatakan, penyaluran banpang beras untuk tahap awal dilaksanakan pada Januari
dan Februari 2025. Selanjutnya untuk 4 bulan sisanya akan disalurkan dengan
memperhitungkan berbagai aspek secara cermat.
"Sesuai hasil Ratas beberapa waktu lalu, Bapak Presiden
Prabowo menyetujui bantuan pangan disalurkan selama 6 bulan. Untuk 2 bulan
pertama di Januari dan Februari, namun untuk 4 bulan berikutnya akan ditentukan
kemudian," ujar Arief sesuai mengikuti Rakortas Kemenko Bidang Pangan pada
Senin (6/1/2025) di Jakarta.
Pemerintah pun telah memastikan penggunaan data Registrasi
Sosial Ekonomi (Regsosek) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Kementerian PPN/Bappenas)
sebagai database penerima banpang beras di 2025 ini. Rinciannya terdiri dari
15,6 juta PBP desil 1 dan 2, serta 400 ribu PBP perempuan kepala rumah tangga
miskin dan lansia tunggal.
Baca Lainnya :
- Pemberlakuan HPP Gabah 15 Januari 2025 untuk Jaga Keseimbangan Hulu Hilir0
- Pakar UGM: Kebijakan Stop Impor Pangan Harus Diikuti dengan Penguatan Infrastruktur Irigasi dan SDM 0
- Kerja Sama Kementan-Densus 88, Bina Ribuan Napi Terorisme Perkuat Swasembada Pangan0
- Wamentan Pastikan Investasi Peternakan Sapi Melibatkan Peternak Lokal0
- Sejumlah Keputusan Penting Swasembada Pangan Kabar Baik untuk Petani Indonesia0
Regsosek sendiri merupakan basis data kesejahteraan penduduk
yang merupakan bagian dari reformasi sistem perlindungan sosial untuk
mewujudkan visi Satu Data Indonesia. Regsosek ini memuat informasi sosial
ekonomi yang mendekati 100 persen seluruh penduduk di Indonesia.
Sebagaimana yang termuat dalam laman
sepakat.bappenas.go.id/regsosek-dashboard, Regsosek memiliki database yang
terdiri dari 78,3 juta keluarga; 14,1 juta kepala keluarga perempuan; 22,1 juta
penduduk lanjut usia; dan 4,3 juta penduduk disabilitas.
Lebih lanjut, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi memastikan bahwa
stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi yang aman dan cukup untuk
digunakan dalam berbagai program intervensi stabilisasi berupa penyaluran
banpang beras dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Ia menjelaskan bahwa setiap 1 kali penyaluran banpang beras
itu 160 ribu ton bagi 16 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) dan setiap PBP
menerima 10 kilogram (kg) beras, sehingga estimasi yang dibutuhkan untuk 6
bulan mencapai 960 ribu ton.
Per 3 Januari 2025, total stok beras di Perum Bulog mencapai
2,055 juta ton. Stok ini akan terus bertambah seiring dengan momentum panen
raya yang akan berlangsung mulai pada Maret mendatang.
"Ini tentunya sudah kita perhitungkan bahwa Bulog harus
menyerap hasil produksi petani secara maksimal dengan HPP (Harga Pembelian
Pemerintah) yang sudah ditentukan oleh pemerintah," ujar Arief.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam
keterangan persnya memastikan bahwa penyaluran banpang beras untuk 4 bulan
lainnya tidak akan disalurkan pada saat panen raya. "Jadi kita nanti akan
lihat di April 2025 kapan akan disalurkan bantuan pangan selanjutnya,"
ujar Menko Pangan Zulhas. (rel)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

