- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Sukses Kelola Sektor Pertanian, Wamentan: Jateng Jadi Contoh Industri Padi Nasional
3.jpg)
SEMARANG – Wakil Menteri Pertanian
(Wamentan), Sudaryono menyatakan bahwa Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dapat
dijadikan sebagai contoh industri perpadian. Menurut Wamentan Sudaryono, Jateng
saat ini telah mengalami kemajuan signifikan dalam pengelolaan sektor pertanian
yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar ini
menilai Jateng memiliki kualitas beras yang lebih bagus, yang didukung oleh
penyerapan yang efektif oleh Bulog.
“Kualitas beras di Jateng saya kira memang lebih bagus
karena orang-orangnya lebih mudah berkomunikasi, dan Bulog juga langsung turun.
Saya kira Jawa Tengah menjadi percontohan industri perpadian,” ujar Wamentan
Sudaryono usai mengikuti rapat koordinasi Kementan-Pemprov Jateng di Semarang,
Kamis, (19/3/2025).
Baca Lainnya :
- NFA Dorong Keanekaragaman Konsumsi Pangan Lokal untuk Ketahanan Gizi Nasional0
- KKP Genjot Produksi Perikanan Budi Daya Penuhi Kebutuhan Ramadan hingga Lebaran0
- Percepat Swasembada Pangan, Mentan Amran Bidik Sumsel Jadi Tiga Besar Produsen Beras Nasional0
- Mentan dan Wamentan Turun Langsung Kawal Operasi Pasar Pangan Murah di Palembang0
- Senyum Sumringah dan Harapan Titiek Soeharto Saat Panen Anggur di Bandung Barat0
Meski begitu, Wamentan Sudaryono menekankan bahwa Jawa
Tengah memiliki luas baku sawah yang lebih kecil dibandingkan dengan Jawa Barat
yang memiliki hamparan lahan lebih luas.
Namun, pemerintah terus berupaya meningkatkan Indeks
Pertanaman (IP) dari yang sebelumnya dua kali panen dalam setahun menjadi tiga
kali panen. “Kita ingin dengan luas baku sawah yang kurang dari 1 juta ini
bagaimana panen itu nantinya bisa lebih cepat. Minimal 3 kali panen dalam
setahun,” katanya.
Sebagai langkah konkret, pemerintah tengah fokus pada
perbaikan infrastruktur irigasi, dengan anggaran sebesar Rp12 triliun yang
ditujukan untuk mengaliri sekitar 2 juta hektare lahan pertanian.
Wamentan Sudaryono menyebut bahwa irigasi menjadi perhatian
utama, karena pertanian memerlukan pasokan air yang cukup. Sehingga pemerintah
ingin memastikan infrastruktur irigasi ini selesai dan berfungsi dengan baik.
“Irigasi menjadi perhatian utama karena kan kalau orang
bertanam itu pasti butuh air. Yang jelas, Kementan ada alokasi irigasi totalnya
Rp 12 triliun. Hitungan kita 2 juta hektare lah. Dan Kita ingin irigasi beres
semua,” tuturnya.
Selain itu, Wamentan Sudaryono juga menyoroti pentingnya
serapan gabah sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebagai bagian
dari upaya mewujudkan swasembada pangan.
Wamentan Sudaryono mengungkapkan bahwa pengadaan gabah panen
di Jawa Tengah pada Maret 2025 sudah menunjukkan kemajuan yang menggembirakan.
“Alhamdulillah realisasi pengadaan gabah panen pada Maret
ini, khususnya di Jawa Tengah dari target realisasinya per hari 40 ribu ton
sudah terserap 31 ribu ton. Artinya ini sudah 80 persen,” ungkapnya.
Wamentan Sudaryono juga memberikan apresiasi terhadap
kinerja Bulog yang kini lebih responsif dan melakukan perbaikan signifikan
dalam sistem kerjanya.
Ia meminta jika ada kendala atau kekurangan dalam pengadaan
gabah, laporkan langsung ke Pimpinan Wilayah (Pinwil). “Kalau masih ada kendala
juga silahkan lapor ke saya pasti akan dilakukan respon cepat,” jelasnya.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

