- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Relawan Tangguh Kampung Bungin Garda Terdepan Menghadapi Situasi Krisis dan Bencana Alam
.jpg)
MUARA GEMBONG - Hal unik sekaligus menginspirasi datang dari Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, tepatnya Kampung Bungin. Sekelompok relawan penanggulangan bencana warga kampung di ujung utara Bekasi ini, menamai kelompok mereka dengan nama Relawan Tangguh Kampung Bungin (RT-KB).
.jpg)
Baca Lainnya :
- Stacia UMJ dan Forum Relawan Potensi Tangsel Bentangkan Merah Putih Raksasa di Danau Situ Gintung2
- Merdeka Dari Kemiskinan, Kelaparan, dan Penderitaan0
- 24 Tahun UNMA Merajut Dunia Pendidikan di Provinsi Banten0
- Intervensi Strategis dan Jalan Optimisme Indonesia 0
- Libur Nasional 18 Agustus 20250
Eksistensi dan kiprah para relawan dalam menanggulangi
risiko bencana ini diformalkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Desa. Hal ini
bahkan menarik perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga
Direktur Kesiapsiagaan. Badan atau lembaga setingkat kementerian ini berkenan
melantik pengurus dan anggota RT-KB.
“Sesungguhnya formalitas ini tidak terlalu penting bagi
RT-KB. Mereka bukan dibentuk, tetapi membentuk diri untuk menjadi yang terdepan
saat situasi krisis dan bencana mengancam kampung mereka dari abrasi dan bahaya
bencana lain seperti kekeringan, banjir,” kata Romo Yadi dari Keuskupan Agung
Jakarta - Pembina Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ).
Diketahui, LDD-KAJ yang memfasilitasi warga kampung dan para relawan untuk belajar tentang kondisi fisik dan lingkungan hidup lansekap kampung, mengenal bahaya bencana melalui berbagai kejadian atau peristiwa di masa lalu. “Jadi dari warga, untuk warga. Kami hanya berusaha menjadi teman yang baik,” ujar Romo Yadi.
.jpg)
Direktur Pangarso dari BNPB atau yang lebih dikenal dengan
sapaan Pak Papang, mengajak seluruh jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Bekasi yang dipimpin oleh Sekretaris BPBD untuk menyemangati RT-KB. “BNPB
dan BPBD akan mendukung dan memfasilitasi RT-KB dalam memperkuat diri. Semua
pihak yang hadir pada pelantikan ini tidak diragukan lagi pasti akan mendukung
dan memberi bantuan yang diperlukan dengan caranya masing-masing,” kata Pak Papang.
Hadir dalam acara ini perwakilan dari pegiat pengurangan
risiko bencana dan kemanusiaan antara lain DMC Dompet Dhuafa, Humanitarian
Initiatives, Klub Indonesia Hijau Regional 01 Jakarta, Perkumpulan Lingkar, dan
organisasi relawan lainnya. Acara ditutup dengan penanaman pohon cemarau dang
oleh pimpinan perwakilan instansi serta organisasi yang hadir.
“Inilah bukti dukungan kepada rehabilitasi pesisir dan upaya
mitigasi bencana abrasi yang telah dilakukan oleh RT-KB. Menjaga aset
penghidupan kampung mereka, memerdekakan diri dari kerugian dan kehilangan di masa
depan akibat tingginya risiko bencana dan dampak perubahan iklim,” kata Ninil
Jannah sebagai motivator kegiatan ini.
“Semoga inisiasi yang dilakukan RT-KB bisa menginspirasi
Rukun Tetangga lainnya, bahwa membangun kesiapsiagaan menjadi tanggung jawab
semua, agar kita bisa menjadi manusia yang lebih tangguh,” tutup Ninil. (fadlik
al iman)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

