- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Presiden Tegaskan Swasembada Pangan Papua, Mentan Target Cetak 100 Ribu Hektare Sawah
.jpg)
JAKARTA — Presiden Republik Indonesia
Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi utama
percepatan pembangunan Papua dan kunci transformasi Indonesia menuju negara
maju dan makmur.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan
arahan kepada para gubernur, bupati, dan wali kota se-Papua dalam pertemuan
bersama Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, di Istana
Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Presiden menekankan bahwa tidak boleh ada satu pun wilayah
di Indonesia yang tertinggal. Menurutnya, kemampuan suatu daerah untuk menjamin
ketersediaan pangan bagi rakyatnya adalah dasar seluruh peradaban dan prasyarat
penghapusan kemiskinan, ketertinggalan, serta kelaparan.
Baca Lainnya :
- Prabowo Targetkan Swasembada Pangan Tiap Kabupaten0
- Dari Durian hingga Stroberi, Riset Hortikultura BRIN Catat Sejumlah Capaian 20250
- Beras Alami Deflasi Saat Paceklik, Harga Petani Tetap Terjaga Baik0
- Forum Lintas Iman dan Komitmen Bersama untuk Sistem Pangan Lestari0
- Indonesia Ekspor 10 Kontainer Udang Bebas Cesium 137 ke AS0
“Khusus untuk Papua, pembangunan harus dipercepat di semua
bidang. Tetapi dasar dari semua kehidupan bangsa adalah pangan. Kita harus
swasembada pangan, bukan hanya nasional, tetapi sampai tingkat provinsi, bahkan
bila perlu setiap kabupaten,” tegas Presiden.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa tantangan geografis
dan tingginya biaya logistik membuat setiap wilayah harus mampu memenuhi
kebutuhan pangannya sendiri. Oleh karena itu, Papua didorong mengembangkan
potensi pangan lokal seperti padi, jagung, sagu, dan singkong, dengan dukungan
penuh pemerintah pusat.
Sejalan dengan arahan Presiden, Menteri Pertanian Andi Amran
Sulaiman menyampaikan komitmen pemerintah pusat untuk menjadikan Papua
swasembada pangan dalam waktu maksimal tiga tahun, bahkan ditargetkan dapat
tercapai dalam dua tahun.
Mentan mengungkapkan bahwa kebutuhan beras Papua saat ini
mencapai sekitar 660 ribu ton per tahun, sementara produksi lokal baru sekitar
120 ribu ton, sehingga masih terdapat defisit sekitar 500 ribu ton.
“Untuk menutup kekurangan sekitar 500 ribu ton beras
tersebut, dibutuhkan pencetakan sawah baru seluas kurang lebih 100 ribu
hektare. Program ini sudah kita bagi pelaksanaannya di Papua Selatan, Papua,
dan Papua Barat, bahkan enam provinsi di Papua juga mengajukan permohonan cetak
sawah,” ujar Mentan Amran.
Menurut Mentan, pencetakan 100 ribu hektare sawah tersebut
akan diselesaikan melalui intervensi langsung pemerintah pusat. Ia optimistis,
dengan dukungan lintas kementerian dan pemerintah daerah, target tersebut dapat
rampung paling lambat tiga tahun, bahkan berpeluang selesai dalam dua tahun
sehingga Papua dapat mencapai swasembada pangan secara berkelanjutan.
Mentan Amran menegaskan bahwa swasembada pangan Papua
merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk mewujudkan kemandirian pangan
nasional tanpa ketergantungan antarwilayah. Ia menyebut saat ini Kalimantan,
Sulawesi, dan Sumatera telah berada pada jalur swasembada, sementara Jawa
dinilai telah mencukupi kebutuhan pangannya sendiri.
“Mimpi kita adalah seluruh pulau di Indonesia swasembada
pangan. Dengan begitu, tidak perlu lagi pengangkutan pangan antar pulau. Ini
adalah solusi permanen untuk mengatasi persoalan inflasi,” tegasnya.
Selain pengembangan sawah, Mentan Amran juga menyampaikan
rencana penguatan pangan lokal Papua melalui optimalisasi komoditas sagu.
Pemerintah akan menyelesaikan dan mengaktifkan kembali pabrik sagu di Sorong
yang telah dibangun namun belum beroperasi secara optimal, sebagai bagian dari
strategi diversifikasi pangan dan penguatan ekonomi lokal Papua.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Republik
Indonesia, para menteri dan pimpinan lembaga, enam gubernur se-Papua, puluhan
bupati dan wali kota, serta anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan
Otonomi Khusus Papua. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan Papua
mampu berdiri di atas kaki sendiri melalui kemandirian pangan sebagai fondasi
utama pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat Papua.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

