- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Polda Kepri Dukung Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batam

BATAM - Memperkuat upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak di wilayah Kepri, Polda Kepri bersama seluruh pemangku kepentingan menghadiri pelaksanaan Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Kota Batam Tahun 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekolah Yos Sudarso Lantai 4, Jumat (29/11/2025), dihadiri oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(PPPA) Republik Indonesia Veronica Tan, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr Anom Wibowo, Pejabat Utama Polda Kepri, perwakilan Gubernur Kepri Asisten Administrasi Umum, ibu Misni, dan unsur pemerintah daerah, lembaga layanan perlindungan perempuan dan anak, tokoh agama, aktivis sosial.
Dalam sambutannya, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, yang dibacakan oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr Anom Wibowo, menegaskan bahwa upaya perlindungan perempuan dan anak harus menjadi gerakan nyata yang dilakukan semua pihak.
"Dengan mengusung tema “Kita Punya Andil, Kembalikan Ruang Aman”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun masih menjadi tantangan bersama yang harus ditangani secara serius, terarah, dan berkesinambungan," ujar Wakapolda.
Wakapolda Kepri menambahkan bahwa Polri, khususnya Polda Kepri, terus meningkatkan kesiapan personel, mempercepat pelayanan korban serta memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Tidak ada institusi yang mampu bekerja sendirian. Mengembalikan ruang aman adalah tugas bersama,” ucap Wakapolda.
Wakil Menteri PPPA RI, Veronica Tan, menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus TPPO yang terus berkembang, termasuk penipuan digital dan tawaran kerja fiktif.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk memperkuat upaya promotif, preventif, dan pemulihan korban. Para pekerja migran ilegal harus disadarkan bahwa mereka tidak sendirian,” tegas Veronica.
Wakapolda kembali menegaskan, melalui kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak ini, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di sekitar kita.
"Setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini adalah pondasi bagi lahirnya generasi yang lebih kuat, terlindungi, dan berdaya. Mari bersama-sama kita wujudkan Kepri sebagai ruang yang aman, ramah, dan menghargai martabat setiap perempuan dan anak. Karena mereka bukan hanya masa depan bangsa, tetapi juga kehormatan kita bersama,” tutup Wakapolda. (a razy aditya)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

