Logo Porosbumi
02 Apr 2026,
02 April 2026
LIVE TV

Penggiat Penelusuran Gua Sertifikasi Kompetensi Pemandu Wisata di Gua Jomblang, Gunung Kidul

PorosBumi 01 Apr 2026, 08:05:37 WIB
Penggiat Penelusuran Gua Sertifikasi Kompetensi Pemandu Wisata di Gua Jomblang, Gunung Kidul

SEJUMLAH penggiat penelusuran gua berkumpul di Gunung Kidul, tepatnya di gua Jomblang, Senin (30/3/2026). Mereka melaksanakan kolaborasi sertifikasi kompetensi kerja bidang kepariwisataan, yang digelar oleh Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan LSP Pramindo.

Dalam sambutannya A Hary Sukomono, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul mengucapkan terima kasih karena mempercayakan Gunung Kidul sebagai tuan rumah. Ditambahkan Hary, bahwa gua Jomblang menjadi bagian dari kawasan Geo Park Gunung Sewu yang diakui secara internasional.

Kawasan wisata gua Jomblang ini berlokasi di Desa Pacarejo, Semanu, Gunungkidul. "Pengelola senantiasa membatasi jumlah pengunjung harian untuk menjaga kelestarian lingkungan serta keamanan, semoga kegiatan ini berjalan lancar," ujar Hary.

Ferry Saputra yang didapuk sebagai assesor menjelaskan, pihaknya ingin kegiatan wisata gua, aman, nyaman serta berwawasan lingkungan. Ferry juga menjabat sebagai Ketua Bidang Wisata dan Konservasi Asosiasi Wisata Gua (Astaga).

Diketahui, peserta sertifikasi kompetensi kali ini berasal dari berbagai daerah, yakni Yogya, Pacitan, Sukabumi, Bogor, Bandung, Jakarta hingga Malang. Kegiatan berakhir sore hari hingga malam. Menjelang kepulangan peserta, Ferry menekankan lagi, bahwa pihaknya melatih para pemandu wisata gua agar safety.

"Pengelolaan wisata harus dilakukan secara profesional, dengan standar keselamatan tinggi. Kami melatih SRT (Single Rope Technique), kami wajibkan pengunjung memakai alat pelindung diri seperti helm, boots serta harness," tegas Ferry..

"Tidak cukup sampai di situ, pemandu juga harus tahu prosedur. Menjaga dari proses awal menyusuri gua sampai akhir kegiatan dipastikan dalam kondisi aman. Untuk itu biasanya di awal kami wajibkan untuk melakukan safety briefing," ujar Ferry.

"Pelayanan terhadap pengunjung harus dilakukan maksimal. Misal di tempat ini, kami informasikan bahwa waktu yang terbaik dari jam 10.00 sampai jam 12.00, karena cahaya menembus gua dari atas luar biasa," pungkas Ferry.

Purnawan D Negara, salah satu perwakilan yang hadir sebagai peserta mengapresiasi kegiatan ini. "Pengelolaan wisata gua yang dilakukan oleh tuan rumah sangat memerhatikan aspek-aspek lingkungan yang berkelanjutan, di mana prosesnya dilakukan secara adil dan lestari," ujarnya. (fadlik al iman)

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```