Logo Porosbumi
20 Mar 2026,
20 March 2026
LIVE TV

Panen Raya Melimpah di Majalengka, Stok Beras Nasional Menguat

Yani Andriyansyah 19 Mar 2026, 12:18:56 WIB
Panen Raya Melimpah di Majalengka, Stok Beras Nasional Menguat
Panen raya di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat Kabupaten menorehkan angka produktivitas padi hingga 11,5 ton per hektare. (dok. Kementan)

Mentari pagi menyapa hamparan sawah hijau kekuningan di Majalengka, Jawa Barat, hari itu. Bukan sekadar pemandangan indah, namun sebuah janji yang terbukti. Kabupaten ini baru saja menjadi saksi bisu, sekaligus aktor utama, dalam sebuah drama panen raya yang mencengangkan, menorehkan angka produktivitas padi hingga 11,5 ton per hektare. Angka ini bukan hanya statistik, melainkan sebuah melodi optimisme yang mengiringi tren peningkatan produksi nasional, memperkuat ketersediaan dan ketahanan stok beras Indonesia di tahun 2026.


Suasana panen di Majalengka memang penuh semangat. Dari ujung ke ujung, lahan-lahan pertanian seolah berlomba memamerkan hasil terbaiknya. Ambil contoh di Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati. Di sana, lahan milik H. Sawir Wirahandi, yang ditanami varietas Jangkar, menghasilkan 10,78 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare. 


Tak kalah memukau, di Desa Leuweunggede, Kecamatan Jatiwangi, lahan seluas 36 hektare milik Agus Mulyana dengan varietas Inpari 32 menorehkan rekor fantastis, 11,5 ton GKP per hektare. Sebuah capaian yang membuat senyum para petani merekah, secerah bulir-bulir padi di tangan mereka.


Tingginya produktivitas ini bukan kebetulan semata. Ini adalah buah dari kerja keras petani yang kian cerdas, dibarengi dukungan penuh dari pemerintah. Mulai dari penyediaan sarana produksi yang memadai, perbaikan tata kelola budidaya, hingga pendampingan intensif di sentra-sentra produksi, semuanya bersinergi. Kabar baiknya, semangat panen ini juga berimbas positif pada kantong petani. Harga Gabah Kering Giling (GKG) saat ini berkisar antara Rp7.500 hingga Rp7.800 per kilogram, memberikan nilai tambah ekonomi yang berarti.


Melihat pencapaian ini, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, tak dapat menyembunyikan kebanggaannya. Capaian produksi di berbagai daerah, termasuk Majalengka, adalah penguat utama kondisi pangan nasional kitaKementerian Pertanian memastikan kondisi pangan nasional, khususnya beras, dalam posisi aman. Produksi saat ini berada di atas kebutuhan konsumsi nasional, sehingga stok tetap terjaga,” ujarnya, Selasa (17/03). 


Pernyataan ini tentu menjadi penyejuk di tengah kekhawatiran akan fluktuasi pasokan pangan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) semakin mempertegas optimisme ini. Diperkirakan, luas panen pada periode Februari–April 2026 akan mencapai 3,92 juta hektare. 


Ini akan menghasilkan potensi produksi beras sebesar 10,16 juta ton pada kuartal I (Januari–Maret) 2026, sebuah lonjakan signifikan sebesar 15,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan, angka produksi yang berada di kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan ini memastikan Indonesia akan menikmati surplus dan keamanan stok beras yang kokoh.


Momentum panen raya yang terus bergulir di berbagai penjuru negeri ini adalah sebuah berkah sekaligus pengungkit utama peningkatan produksi nasional. Pemerintah terus mengoptimalkan kesempatan ini melalui percepatan penyerapan hasil panen, penguatan distribusi, dan stabilisasi harga di tingkat petani. 


Harapannya, panen raya ini tidak hanya menjaga ketersediaan beras, tetapi juga menjadi fondasi kuat untuk cadangan pangan nasional yang berkelanjutan. Dari Majalengka, pesan itu bergema jelas, ketika petani bersatu, pemerintah mendukung, dan bumi memberi hasil, ketahanan pangan Indonesia akan terus merona. (yans)

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```