- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Mentan-Mentrans Teken Kesepakatan Bersama Pengembangan Kawasan Transmigrasi untuk Swasembada Pangan
.jpg)
JAKARTA - Dalam upaya mendukung
swasembada pangan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Menteri
Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman menandatangani kesepakatan strategis
untuk pembangunan, pengembangan, dan pemberdayaan di kawasan transmigrasi
secara terintegrasi.
“Kita kerja sama membangun kluster, membangun episentrum
ekonomi baru di desa yaitu kluster pertanian tradisional menuju pertanian
modern,” kata Mentan Amran usai penandatanganan kesepakatan bersama Menteri
Transmigrasi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis
(9/1/2025)
Mentan Amran menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini
bersifat holistik dan melibatkan kolaborasi. Kementan akan mendukung pada
penyiapan lahan kluster pertanian modern, alat dan mesin pertanian (alsintan),
benih, pupuk, hingga pendampingan serta peningkatan keterampilan.
Baca Lainnya :
- KKP Sukses Kembangkan Model Hilirisasi Rajungan1
- Bantuan Pangan Beras 2025 Disalurkan 6 Bulan0
- Pemberlakuan HPP Gabah 15 Januari 2025 untuk Jaga Keseimbangan Hulu Hilir0
- Pakar UGM: Kebijakan Stop Impor Pangan Harus Diikuti dengan Penguatan Infrastruktur Irigasi dan SDM 0
- Kerja Sama Kementan-Densus 88, Bina Ribuan Napi Terorisme Perkuat Swasembada Pangan0
”Pendekatannya harus holistik. Menteri Perumahan bangun
perumahan, kami (Kementan) cetak sawah menyiapkan alsintan, sehingga petani dan
transmigran lebih sejahtera dan kehidupan lebih baik,” terangnya.
Untuk dukungan alat dan mesin pertanian, jumlahnya akan
disesuaikan dengan jumlah kelompok transmigran yang mengelola lahan. Seperti
Brigade Pangan, satu kelompok yang terdiri atas 15 orang akan mengelola lahan
seluas 200 hektare.
”Kami siapkan lahan kluster pertanian modern. Transmigrasi
kita kolaborasikan di beberapa tempat. Jumlah alsintan tergantung jumlah
transmigran, satu paket untuk satu kelompok nilainya Rp3 miliar, terdiri dari
traktor roda 4, traktor roda 2, combine harvester, rice transplanter, pompa
air, dan seterusnya,” paparnya.
Lebih lanjut, ia berharap dengan pengembangan kawasan
transmigrasi, transformasi kluster modern, serta peningkatan keterampilan
transmigran, maka kesejahteraan petani dan transmigran dapat meningkat.
”Ke depan kita juga melakukan hilirisasi produk-produk
sehingga added value melompat 100-200 persen. Kata kunci ada episentrum ekonomi
baru, ada kesejahteraan, sehingga orang yang bertransmigrasi merasa nyaman,
pendapatannya minimal 10 juta per bulan,” ungkapnya.
Senada dengan Mentan Amran, Mentrans Iftitah mengemukakan
bahwa sinergi ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi besar kawasan
transmigrasi untuk menyokong produksi pangan.
”Kami menemukan bahwa tanaman padi 30-40 persen dihasilkan
dari kawasan transmigrasi. Kalau kita tekuni ini dengan teknologi, insya Allah
meningkat dan swasembada dapat tercapai secepat-cepatnya,” katanya.
Ia mengapresiasi gerak cepat Mentan Amran dan berharap
kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas pangan,
tetapi dapat memberikan kontribusi pada kesejahteraan petani dan transmigran.
”Kami berdua memiliki kesamaan visi bagaimana ke depan
mengutamakan peningkatan pendapatan kesejahteraan rakyat Indonesia sehingga
transmigran dan petani bisa naik kelas dan menjadi penyokong pembangunan
nasional,” pungkasnya. (rel)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

