- Waspada! Prediksi BMKG Hujan Sedang Hingga Lebat Masih Terjadi di Jabodetabek
- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
Mentan Dukung Percepatan Bongkar Ratoon Holding Perkebunan Nusantara
2.jpg)
SURABAYA – Program bongkar ratoon
menjadi perhatian utama pemerintah dalam upaya meningkatkan produktivitas tebu
nasional. Dalam kunjungan ke PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), subholding dari
Holding Perkebunan Nusantara, Menteri Pertanian menegaskan bahwa percepatan
bongkar ratoon adalah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan
sekaligus mewujudkan swasembada gula.
Program ini dirancang mencakup bongkar ratoon seluruh kebun
tebu di Indonesia, untuk di pulau Jawa direncanakan di 36 kabupaten dengan
target luasan bongkar ratoon sebesar 80.053 hektare. Luasan tersebut diharapkan
mampu menjadi titik awal yang signifikan dalam mendukung upaya pencapaian
swasembada gula sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 40
Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional.
Saat ini, sejumlah tahapan teknis masih terus berlangsung.
Proses yang sedang berjalan meliputi verifikasi Calon Petani Calon Lahan
(CPCL), penetapan SK CPCL Kabupaten, penetapan SK CPCL Provinsi, hingga SK CPCL
Pusat. Seluruh proses ini menjadi landasan penting sebelum memasuki fase tanam.
Baca Lainnya :
- Dari Nagari Ampalu, Jejak Baru Menuju Kedaulatan Pangan 0
- Indonesia Lumbung Pangan Dunia: Bukan Hanya Beras, Bahan Pokok Lainnya Juga Sudah Tercukupi0
- LindungiHutan Perkuat Peran Petani dalam Program Penghijauan dan Ketahanan Iklim0
- Mulai September 2025, Petani Tebu Bisa Tebus Pupuk ZA Bersubsidi0
- Revisi UU Pangan: Benahi Sistem, Jangan Akomodasi Proyek Jangka Pendek0
Jika sesuai rencana, awal Oktober 2025 akan menjadi momentum
dimulainya kegiatan tanam di lapangan. PT SGN bersama Kementerian Pertanian
telah menyiapkan berbagai dukungan teknis, pendampingan, serta fasilitas yang
diperlukan agar pelaksanaan program bongkar ratoon berjalan optimal.
Menteri Pertanian dalam kesempatan tersebut juga menegaskan
besarnya dukungan pemerintah terhadap petani tebu, baik melalui kebijakan
maupun pendanaan.
“Tersedia Rp1,6 triliun dari total anggaran Rp9,95 triliun
dan kita sudah mulai. Bayangkan, dengan kebijakan pemerintah tentang kredit,
skemanya kini jauh lebih fleksibel. Kalau dulu kredit subsidi bersifat
akumulasi, misalnya jika sudah mengambil Rp500 juta per orang, maka tidak bisa
lagi mendapatkan kredit subsidi dan hanya bisa mengakses kredit komersial,
sekarang tidak lagi dibatasi,” ujar Mentan.
Apa hasilnya dari kebijakan Bapak Presiden dan kebijakan
kita? Amran menyampaikan bahwa program bongkar ratoon yang biasanya maksimal
hanya sekitar 5 ribu hektare per tahun, kini melonjak menjadi 17 ribu hektare,
naik 200 persen. “Itu baru dari sisi kebijakan saja. Ditambah lagi dengan
adanya bongkar ratoon gratis. Ini membuktikan perhatian Bapak Presiden terhadap
petani luar biasa besar,” tambah Mentan.
Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menyampaikan bahwa pihaknya
menyambut baik arahan dan dukungan dari Mentan. Menurutnya, keberhasilan
program bongkar ratoon tidak hanya akan meningkatkan produktivitas tebu
nasional, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.
“Kami percaya bahwa dengan dukungan penuh dari pemerintah,
program bongkar ratoon ini akan menjadi momentum penting bagi kebangkitan
industri gula nasional. PT SGN siap bersinergi dan memastikan seluruh proses
berjalan tepat waktu sesuai target,” ujar Mahmudi.
Dengan sinergi kuat antara pemerintah, BUMN pangan, dan petani, program bongkar ratoon diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor gula.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

