- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Kembangkan Potensi Anak, LPAM Mirabel dan Ilmu Politik UNY Gelar Peringatan Hari Ibu

KARANGANYAR - Memperingati Hari Ibu, Lembaga Pemberdayaan dan Advokasi Mira Kompas Bentala (LPAM MIRABEL), Prodi Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Kehutanan UGM bekerja sama menyelenggarakan pentas anak bertajuk “Performance Sanggar Belajar PINKA: Hey Mom! You Are My Sunshine!”.
Bertempat di balai Padukuhan Blimbingsari, kegiatan tersebut dihadiri oleh dukuh, segenap pengurus RT dan RW, tokoh masyarakat, serta wali siswa. Kegiatan pentas anak terdiri dari penampilan lagu, pembacaan puisi berbahasa Inggris, dan ditutup dengan pemberian bunga. Tidak sedikit orangtua maupun wali siswa yang terharu menyaksikan anak-anak berani tampil menggunakan bahasa Inggris dan memberikan kuntum bunga di akhir acara.
“Anak-anak yang tampil di pentas hari ini tergabung di Sanggar Belajar PINKA, singkatan dari Pinggir Kali. Kami mengadakan sekolah bahasa Inggris gratis sejak tahun 2019 setiap hari Minggu”, ujar Ana Mariana Ulfah, S.H., direktur eksekutif LPAM MIRABEL.
Kegiatan Sanggar PINKA merupakan output dari usulan warga masyarakat yang mengharapkan anak-anak mereka memiliki keterampilan tambahan sebagai bekal di masa depan. Semula, hanya beberapa anak usia SD dan TK yang datang.
Namun, semenjak pandemi Covid-19, animo anak-anak yang datang belajar semakin meningkat. Peminatnya berkembang menjadi puluhan, termasuk anak-anak berusia SMP. Karena itulah, kegiatan Sanggar PINKA akhirnya merangkul lembaga kampus untuk menyediakan tenaga pengajar sukarela.
Erlangga Hikmah Budhyatma, M.IP., sebagai penanggung jawab laboratorium Ilmu Politik UNY, mengkoordinasikan relawan dari unsur mahasiswa. “Bagi mahasiswa prodi Ilmu Politik, kegiatan ini adalah upaya untuk mengaplikasikan teori di kelas dengan kenyataan di masyarakat”, ucapnya.
Secara bergantian, mahasiswa Ilmu Politik UNY dan HMI Kehutanan UGM memberikan pengajaran bahasa Inggris. Persiapan pentas peringatan Hari Ibu juga dibantu langsung oleh relawan pengajar.
Dalam sambutan acara pentas anak Hari Ibu, Bapak Robert Purnomo selaku Dukuh Blimbingsari menyampaikan apresiasi dan harapannya.
“Terima kasih kepada seluruh mitra yang membantu kegiatan ini. Kami berharap, kegiatan seperti ini terus berkelanjutan. Pentas anak hari ini adalah momentum untuk membangun potensi sosial, budaya, dan ekonomi yang ada di Blimbingsari”.
Memperhatikan respons positif dari warga masyarakat, Dr. Fikri Disyacitta selaku koordinator Prodi Ilmu Politik UNY secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih pada seluruh pemangku kepentingan yang hadir.
“Kegiatan ini sangat membantu mahasiswa kami untuk bersentuhan dengan realita masyarakat. Selain itu, kelas Bahasa Inggris dan pentas anak ini diharapkan dapat membantu mempersiapkan SDM yang unggul di lingkungan Blimbingsari”, sambungnya.
Perwakilan HMI Fakultas Kehutanan UGM yang didapuk memberikan sambutan turut menyatakan bahwa kegiatan pentas anak peringatan Hari Ibu ini merupakan wujud kontribusi nyata gerakan mahasiswa.
“Partisipasi kami dalam kegiatan Sanggar Belajar PINKA maupun Pentas Anak Hari Ibu ini adalah upaya gerakan mahasiswa untuk hadir menjawab kebutuhan lingkungan di sekitar kampus tempat kami mengenyam bangku pendidikan”.
Diwawancara terpisah, Fachriza Rifai, ketua Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Politik UNY sekaligus tim relawan pengajar mengaku senang selama satu semester terlibat dalam aktivitas pemberdayaan anak di Padukuhan Blimbingsari.
“Kegiatannya seru. Saya dan teman-teman belajar banyak di PINKA. Kita menjadi paham bahwa mendidik ternyata butuh strategi supaya apa yang kita sampaikan bisa dipahami anak-anak usia dini”. (benny)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

