- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
KEHATI dan Eyang Memet Kembali Tanam 100 Pohon Endemik Jawa Barat

BANDUNG - Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) bersama Eyang Memet menanam 100 bibit pohon produksi khas Jawa Barat di area Pusat Penelitian Teh dan Kina Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung (14/2).
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya di bulan November 2024, di mana KEHATI menanam 200 bibit pohon endemik Jawa Barat di lokasi yang sama. Kegiatan kali ini merupakan dukungan dari Telkom Divisi Wholesale Service (DWS).
Berbeda dengan jenis bibit pohon yang ditanam sebelumnya, kali ini jenis bibit yang ditanam adalah jenis pohon produksi, yaitu manglid, jabon, ganitri, suren, kayu manis, loa, dan kiara.
“Selain bibit, pemilihan lokasi juga menjadi penting. Harapannya, penanaman di area Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) dapat memperkaya pusat penelitian dengan penambahan tanaman khas dan endemik Jawa Barat. Manfaat lain yaitu area PPTK juga berfungsi menjadi area resapan air/catchment area dan menjadi sumber air bagi bendungan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Gambung yang menghidupi 162.000 orang di Kabupaten Bandung,” ujar Eyang Memet.
Eyang Memet berharap area tanam seluas 3 hektar ini dapat menjadi perpustakaan hidup dimana obyek tanaman dan ekosistem yang terbangun dapat menjadi pusat penelitian seperti hal nya taman nasional.
Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan KEHATI Rika Anggraini mengapresiasi kegiatan CSR yang dilakukan Telkom DWS. “Kegiatan penanaman dilakukan oleh para mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang tergabung dalam Biodiversity Warriors KEHATI. Keterlibatan generasi muda tentunya menjadi nilai plus dari setiap kegiatan konservasi yang dilakukan oleh KEHATI,” ujarnya.
Rika menambahkan dengan menanam di area yang dikelola oleh Eyang Memet, para mahasiswa ini tidak hanya melalukan kegiatan perbaikan lingkungan, namun juga dapat belajar kepada sosok yang telah memiliki pengalaman dan banyak berjasa dalam kegiatan konservasi khususnya di wilayah Jawa Barat.
Sedikit berbeda dengan pegiat restorasi kebanyakan, Eyang Memet hanya menanam bibit pohon berusia satu sampai dua tahun. Hal ini bertujuan untuk menjaga tingkat keberlangsungan hidup bibit yang ditanam. “Sampai bibit yang akan ditanam memiliki akar yang kuat, baru saya akan pindahkan dan tanam di lokasi yang baru,” ucapnya.
Secara berkala, bibit yang ditanam akan dimonitor pertumbuhannya oleh mahasiswa Unas dan dilaporkan kepada Yayasan KEHATI. Selain kegiatan restorasi, Eyang Memet juga tengah aktif mengidentifikasi tanaman endemik Jawa Barat.
Sampai akhir tahun lalu, Eyang Memet telah berhasil membukukan 100 jenis, dan berencana membukukan minimal 300 jenis sampai sepuluh tahun ke depan. “Semoga apa yang sudah saya lakukan dapat menjadi warisan bagi anak-anak saya, dan bagi generasi mendatang,” tutup Eyang. (fadlik al iman)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

