Karikatur Ustad Abdul Somad Bawa Pempek Singgung Soal Perbedaan Lebaran
PorosBumi
21 Mar 2026, 14:27:41 WIB
PERBEDAAN penetapan Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1447 H masih memantik perdebatan di kalangan umat Islam. Bahkan, Ustad Abdul Somad (UAS) melalui akun facebook-nya turut menyinggung soal perbedaan ini.
Yang menarik, komen UAS ini disampaikan dengan bahasa ilustrasi, di mana sang ustad terlihat tengah mengendarai sepeda motor sambil membawa pempek satu piring penuh plus cukonya (bumbu pempek) yang ditaruh dalam mangkok kecil.
"Zaman Salaf. Kuraib puasa di Damascus hari Jum’at, Ibnu Abbas puasa di Madinah hari Sabtu. Jarak Damascus ke Madinah sekitar 1200km. Berbeda hari itu biasa, karena perbedaan mathla’ (penampakan hilal atau anak bulan)," kata UAS. Komen ustad kondang asal Bumi Andalas ini, mendapat 4.000 lebih like dan dibagikan hampir 150 akun.
Masih dalam akun facebook-nya, UAS mengulas, zaman Khalaf. Anak pertama puasa hari Kamis, karena ikut kalender global, satu dunia satu matla’. Anak kedua puasa hari Jumat, karena ikut syarat hilal mesti 3 derajat. Bapaknya malah puasa hari Rabu, karena ikut Syaikh Mursyid Thoriqoh anu. Asal jangan ikut ibunya, puasa ikut mazhab paling akhir, hari raya ikut aliran paling awal, mazhab efisiensi.
"Perbedaan tak terelakkan. Hanya bisa berlapang dada menerima perbedaan. Namun tetap ada kaedah umum:
Pertama, konsistensi: kalau puasa ikut kalender global, jangan hari raya ikut hilal 3 derajat," ujar UAS.
Kedua, lanjut AUS, kalau dapat khutbah, jangan diambil sampai dua kali.
"Akhirnya, saya ucapkan selamat hari Raya Idul Fitri 1447H untuk sahabat-sahabat yang ikut kalender global dan hilal di bawah 2 derajat. Selamat buka puasa untuk yang ikut mazhab hilal 3 derajat. Selamat hari raya besok. Mohon maaf zahir dan batin."
Yang menarik, komen UAS ini disampaikan dengan bahasa ilustrasi, di mana sang ustad terlihat tengah mengendarai sepeda motor sambil membawa pempek satu piring penuh plus cukonya (bumbu pempek) yang ditaruh dalam mangkok kecil.
"Zaman Salaf. Kuraib puasa di Damascus hari Jum’at, Ibnu Abbas puasa di Madinah hari Sabtu. Jarak Damascus ke Madinah sekitar 1200km. Berbeda hari itu biasa, karena perbedaan mathla’ (penampakan hilal atau anak bulan)," kata UAS. Komen ustad kondang asal Bumi Andalas ini, mendapat 4.000 lebih like dan dibagikan hampir 150 akun.
Masih dalam akun facebook-nya, UAS mengulas, zaman Khalaf. Anak pertama puasa hari Kamis, karena ikut kalender global, satu dunia satu matla’. Anak kedua puasa hari Jumat, karena ikut syarat hilal mesti 3 derajat. Bapaknya malah puasa hari Rabu, karena ikut Syaikh Mursyid Thoriqoh anu. Asal jangan ikut ibunya, puasa ikut mazhab paling akhir, hari raya ikut aliran paling awal, mazhab efisiensi.
"Perbedaan tak terelakkan. Hanya bisa berlapang dada menerima perbedaan. Namun tetap ada kaedah umum:
Pertama, konsistensi: kalau puasa ikut kalender global, jangan hari raya ikut hilal 3 derajat," ujar UAS.
Kedua, lanjut AUS, kalau dapat khutbah, jangan diambil sampai dua kali.
"Akhirnya, saya ucapkan selamat hari Raya Idul Fitri 1447H untuk sahabat-sahabat yang ikut kalender global dan hilal di bawah 2 derajat. Selamat buka puasa untuk yang ikut mazhab hilal 3 derajat. Selamat hari raya besok. Mohon maaf zahir dan batin."
