Jejak Sinyal HP Salah Satu Wartawan Terdeteksi di Pulau Sebesi, KN SAR Antasena Siaga Penuh
MEMASUKI hari keenam pencarian, Minggu (13/9/2026), Tim SAR Gabungan mendapat petunjuk adanya jejak sinyal HP dari salah satu perangkat milik rombongan wartawan yang hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Banten.
Sinyal HP itu sempat terdeteksi di sekitar perairan Pulau Sebesi, Lampung. “Ya, berdasarkan data sinyal ponsel dari tujuh orang penumpang, ada satu nomor yang sempat terdeteksi berada di perairan Pulau Sebesi. Pengecekan ke lokasi tersebut sudah kami lakukan sejak hari kedua hingga hari ini,” ucap Al Amrad, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten.
Diketahui, jarak dari Pulau Sebesi ke Gunung Anak Krakatau sekitar 15-20 kilometer. Pulau Sebesi berupa daratan berpenghuni, terdekat dari kawasan vulkanik Krakatau, yang secara administratif terletak di Desa Tejang, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.
Pulau Sebesi dapat dicapai dengan menggunakan perahu motor atau kapal nelayan dari Dermaga Canti di Kalianda, Lampung, dengan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau, sejak Senin (7/9/2026).
Pada hari kelima operasi, Sabtu (12/9/2026), upaya pencarian dilakukan melalui penyisiran laut secara intensif di beberapa sektor yang telah ditentukan.
Sejumlah unsur SAR juga memilih bersandar di Pulau Sebesi untuk tetap siaga memantau kondisi perairan sekaligus melanjutkan operasi pencarian pada hari berikutnya.
Al Amrad, menjelaskan bahwa salah satu unsur utama, yakni KN SAR Antasena, telah melakukan penyisiran cukup lama sebelum akhirnya bersandar untuk konsolidasi.
“KN SAR Antasena melakukan pencarian kurang lebih 11 jam 30 menit. Bertolak dari Dermaga Golden Key pukul 06.00 WIB, menyisir sebelah selatan Teluk Belimbing menuju Pulau Sebesi, dan lego jangkar pada pukul 17.00 WIB,” katanya saat konferensi pers, Sabtu (12/9/2026) malam.
Setelah itu, kapal tersebut tetap disiagakan di sekitar Pulau Sebesi untuk memantau situasi perairan pada malam hari. Pulau Sebesi menjadi salah satu titik perhatian utama dalam operasi SAR karena wilayah tersebut berada dalam radius perairan yang diduga berkaitan dengan lokasi terakhir keberadaan para korban.
Selain KN SAR Antasena, KN SAR Basudewa juga dikerahkan dalam operasi pencarian. Kapal tersebut berasal dari Kantor SAR Lampung dan bergerak dari Dermaga Batu Panjang pada pagi hari sebelum menyisir wilayah selatan Teluk Semangka hingga area sekitar Gunung Anak Krakatau.
“Alut dari Kantor SAR Lampung itu bertolak dari Dermaga Batu Panjang pada pukul 07.45 WIB, menyisir sebelah selatan Teluk Semangka, kemudian bergerak menuju sekitar Anak Gunung Krakatau dan direncanakan bersandar di Pulau Sebesi,” jelas Al Amrad.
Selain penyisiran laut, tim SAR juga memanfaatkan data sinyal telepon seluler untuk mempersempit area pencarian.
Data tersebut menunjukkan adanya jejak sinyal dari salah satu perangkat milik penumpang yang sempat terdeteksi di sekitar perairan Pulau Sebesi.
Selain jejak sinyal HP, pada hari kelima operasi, tim SAR juga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas di sekitar lokasi pencarian.
Temuan tersebut ditemukan oleh KN SAR Tetuka di wilayah Sektor 5.
Temuan pertama berupa jeriken minyak berwarna biru yang ditemukan pada pukul 10.05 WIB. Beberapa jam kemudian, pada pukul 12.33 WIB, tim kembali menemukan sebuah helm berwarna merah.
Menjelang sore, tim juga menemukan lima life jacket masing-masing berwarna oranye dan merah. Seluruh temuan ini masih dikonfirmasi.
Jarak dari Pulau Sebesi ke Gunung Anak Krakatau sekitar 15-20 kilometer. Pulau Sebesi berupa daratan berpenghuni, terdekat dari kawasan vulkanik Krakatau, yang secara administratif terletak di Desa Tejang, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.
Pulau Sebesi dapat dicapai dengan menggunakan perahu motor atau kapal nelayan dari Dermaga Canti di Kalianda, Lampung, sekitar 1,5 hingga 2 jam.
