- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Investasi Pasca panen, Pengusaha Penggilingan Padi Minta Kemudahan Kredit Bank

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Pertanian mendorong swasta untuk lebih besar berinvestasi di sektor pascapanen pertanian. Terutama di sektor sarana pengolahan.
Ketua Umum Persatuan Penggilingan dan Pengusaha Padi Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso mengatakan, pihaknya telah berpikir ke sana, terutama menggunakan mesin pengering atau dryer. Karena tidak mungkin hanya menggunakan lantai jemur, terutama di tengah cuaca buruk seperti saat ini.
Selain itu keberadaan dryer juga akan memudahkan petani agar tidak terjadi pergerakan ke tempat lain. "Nah supaya bisa memiliki pengering tentunya kan tidak murah," katanya kepada Republika, Rabu (1/3).
Dengan harga yang tidak murah, perlu adanya kredit bagi para pengusaha. Ia pun meminta adanya bantuan dari pemerintah meski tidak harus bantuan langsung. Misalnya, ia melanjutkan, bagaimana untuk mempermudah kredit dari perbankan juga dengan murah.
Selain itu, pihaknya juga meminta adanya kemudahan Perpadi menjadi mitra Bulog. "Jadi ini yang selama ini kami suarakan ke pemerintah," tegasnya.
Investasi pada alat pengering diakui Sutarto tetap menguntungkan meski mesin tersebut tidak kerja terus menerus sepanjang tahun. Namun, keberadaan dryer diperlukan untuk mengamankan produksi pada saat tertentu seperti saat musim penghujan. "Jadi supaya mereka ini mampu menghasilkan produk yang baik," katanya.
sumber : republika.co.id
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

