- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Harga CPO dipapas proyeksi banjir suplai

JAKARTA. Pelaku pasar perlu mewaspadai potensi penurunan harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO). Para pengamat melihat ada potensi pasokan CPO dunia kembali naik.
Berbagai komunitas CPO di dunia memperkirakan, produksi minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia bakal mulai pulih pada semester kedua tahun ini. Produksi CPO di Februari ini juga berpotensi meningkat. "Kenaikan harga belakangan ini merangsang produsen menambah produksi, apalagi musim kering sudah selesai," jelas Wahyu Tribowo Laksono, Analis Central Capital Futures.
Di saat yang sama, permintaan CPO malah lesu. Surve kargo dari Intertek Testing Services menunjukkan ekspor CPO Malaysia periode 1-20 Februari terkikis 0,8% menjadi 733.288 ton. Hal ini membuat harga CPO kembali tertekan.
Baca Lainnya :
- Harga Gabah Jatuh karena Hujan Berkepanjangan0
- Duka Petani, 1.200 Ha Tanaman Bawang di Brebes Rusak Kena Banjir0
- Distribusi Kebutuhan Pokok Tak Terganggu Musim Hujan0
- Kemendag Bangun dan Revitalisasi 1.003 Pasar Tradisional di 20170
- PATANI: Melantik KACAB Prabumulih.0
Kemarin (22/2), harga CPO kontrak pengiriman Mei 2017 bertengger di RM 2.809 per ton. Jadi, selama bulan Februari, harga CPO sudah merosot sekitar 3,91%. Sekadar info, harga CPO sempat mencapai RM 3.013 per ton pada awal Februari (8/2).
Sebelumnya, pasokan yang ketat sempat membuat harga komoditas perkebunan ini melesat. Selama bulan Januari lalu, CPO cenderung bertahan di atas level RM 3.000 per ton. Namun, mulai awal Februari, CPO meninggalkan level RM 3.000 per ton, seiring dengan proyeksi kenaikan produksi.
Para pengamat menilai potensi naiknya pasokan CPO masih menjadi ancaman bagi harga. Jika harga CPO mampu bertahan di atas RM 2.800 per ton, Wahyu memperkirakan harga komoditas ini bisa kembali menyentuh RM 3.000 per ton tahun ini. Tetapi jika harga jatuh ke bawah RM 2.500 per ton, maka ada potensi harga terkonsolidasi di area RM 2.000-RM 2.400 per ton.
Pajak ekspor
Agus Chandra, Research and Analyst Monex Investindo Futures menambahkan, baik Malaysia maupun Indonesia menaikkan pajak ekspor CPO. Mulai Maret, Malaysia akan menaikkan pajak ekspor CPO jadi 8% per ton dari 7,5%. Pasar memandang, kenaikan ini dapat mengurangi permintaan CPO Malaysia.
Sementara di Indonesia, pemerintah mengerek bea keluar CPO jadi US$ 18 per ton dari sebelumnya US$ 3 per ton. "Tetapi ini dipandang dapat mengurangi pasokan global," kata Agus.
Kekhawatiran lemahnya permintaan CPO Malaysia akan membayangi harga dalam jangka menengah. Tetapi ada harapan dari impor CPO India yang berpotensi meningkat. Ini seiring rencana India menurunkan bea impor CPO sebesar 5%.
Secara teknikal, Agus melihat harga CPO bergerak di bawah MA50 dan MA100, meski di atas MA200, menunjukkan tren pelemahan jangka menengah. Indikator MACD berada di area negatif 67 sehingga mendukung tren bearish. Tapi indikator RSI naik ke level 28 dan stochastic menguat ke level 8, buka peluang rebound jangka pendek.
Agus memperkirakan harga CPO hari ini (23/2) akan menguat dan bergerak di kisaran RM 2.750-RM 2.900 per metrik ton. Sedangkan prediksi Wahyu, CPO akan bergerak di rentang RM 2.650-RM 2.900 per metrik ton dalam sepekan ke depan.
sumber : investasi.kontan.co.id
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

