Logo Porosbumi
14 Agu 2026,
14 August 2026
LIVE TV

3.395 Jembatan dan 3.000 Sumber Air Bersih, Asa Baru Warga di Penjuru Negeri

PorosBumi 14 Agu 2026, 08:30:58 WIB
3.395 Jembatan dan 3.000 Sumber Air Bersih, Asa Baru Warga di Penjuru Negeri

BAGI masyarakat, kehadiran jembatan bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Jembatan yang membentang terutama di atas aliran sungai telah mengubah keseharian masyarakat, terutama para petani yang selama bertahun-tahun harus mengandalkan rakit sederhana untuk mencapai sawah, ladang, maupun desa di seberang.

Rasa syukur itu mengemuka usai Presiden Prabowo Subianto meresmikan 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air Bersih TNI AD secara hybrid melalui konferensi video, pada Kamis (13/08/2026). Di antara ribuan infrastruktur yang diresmikan tersebut, manfaat jembatan dirasakan langsung oleh masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dalam aktivitas sehari-hari.

Evi Sri Rahayu, warga Desa Ridomanah, masih mengingat bagaimana para petani harus mencari cara sendiri untuk menyeberangi sungai sebelum jembatan hadir. Dengan peralatan seadanya, mereka membawa hasil pertanian melintasi sungai demi melanjutkan aktivitas sehari-hari.

“Petani sebelum ada jembatan kan suka nyebrang-nyebrang pakai galon-galon atau itu apa bikin sendiri, inisiatif buat nyebrang bawa padi, bawa apa warga sini. Tapi alhamdulillah sekarang mah bisa dilalui motor, jadi lebih gampang, praktis,” ujar Evi.

Kemudahan tersebut, menurut Evi, tidak hanya mempersingkat perjalanan warga, tetapi juga membuka harapan bagi pergerakan ekonomi masyarakat. Akses yang sebelumnya harus ditempuh melalui jalur bawah dan memutar kini menjadi lebih cepat dengan keberadaan jembatan.

“Harapan ke depannya bisa lebih maju perekonomian warga bisa lebih gampang lagi, bisa dilalui dengan motor. Kemarin-kemarin kan nyebrang lewat jalur bawah, tapi sekarang alhamdulillah. Berarti lebih gampang lah perekonomian kalau ada apa-apa langsung nyebrang, enggak jauh gitu, bisa lebih cepat,” ungkapnya.

Cerita serupa datang dari Maryati, warga Desa Ridogalih yang telah tinggal di kawasan tersebut sejak kecil. Ia mengenang masa ketika warga belum memiliki jembatan dan harus menggunakan eretan, yakni rakit bambu sederhana, untuk mencapai seberang sungai.

Maryati berharap pembangunan infrastruktur bagi masyarakat terus berlanjut, termasuk peningkatan jalan dan berbagai fasilitas penunjang lainnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas hadirnya jembatan yang telah lama dibutuhkan masyarakat.

“Untuk Bapak Presiden kami selaku warga desa sini mengucapkan banyak terima kasih atas jembatan diresmikannya untuk fasilitas warga ke sawah, ke ladang gitu kan, sangat membantu sekali. Terima kasih,” ucap Maryati.

Manfaat jembatan juga begitu terasa bagi Iman, yang merupakan seorang petani di Desa Ridomanah. Bertahun-tahun beraktivitas di kawasan tersebut membuatnya memahami betul sulitnya menyeberangi sungai. Dahulu, rakit atau getek menjadi tumpuan warga. Bahkan ketika banjir datang dan rakit tidak dapat digunakan, warga terkadang terpaksa berenang untuk mencapai seberang.

“Dulu waktu belum ada jembatan kadang-kadang pakai getek pak, rakit. Kadang-kadang kalau lagi musim banjir itu rakit lepas dari ini. Jadi masyarakat itu kalau nyebrang kadang-kadang renang sendiri pak. Sulit lah. Sekarang alhamdulillah adanya jembatan ini saya sangat bersyukur sekali. Alhamdulillah,” tutur Iman.

Bagi Iman, jembatan tersebut menghadirkan perubahan nyata. Sungai yang dahulu menjadi hambatan dalam perjalanan kini dapat dilintasi dengan lebih mudah dan aman. Rasa syukurnya pun ia sampaikan langsung kepada Presiden Prabowo.

“Saya sangat terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, sangat, sangat, sangat bersyukur adanya jembatan ini. Jadi awalnya saya nyebrang kali, sekarang alhamdulillah saya bisa menyebrang jembatan ini,” katanya.

 

Rasa Syukur dan Suka Cita Masyarakat atas Infrastruktur yang Dibangun

Rasa syukur dan berbagai cerita masyarakat di berbagai penjuru Tanah Air atas peresmian 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air Bersih TNI Angkatan Darat (AD), seakan tak pernah putus. Meski hanya disampaikan lewat konferensi video dengan Presiden, namun masyarakat mulai dari Bayah di Banten, Manokwari di Papua Barat, hingga Pulau Raas di Madura, dengan antusiasme menyampaikan rasa suka cita mereka tentang bagaimana infrastruktur tersebut mengubah keseharian mereka.

Dari Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Agus Sutisna menjadi salah satu warga yang berkesempatan berbincang dengan Presiden Prabowo. Bagi Agus, manfaat jembatan tersebut sangat dekat dengan kehidupan keluarganya. Sebelum jembatan dibangun, ia harus mengantar anaknya ke sekolah dengan menempuh perjalanan memutar sekitar tujuh kilometer melalui jalan nasional dan membutuhkan waktu sekitar 25 hingga 30 menit.

“Maka hari ini ketika sudah dibangun Jembatan Gantung berkat kerja sama antara TNI dan Polri, alhamdulillah, Bapak, tanpa harus berkendaraan, anak kami bisa sampai ke sekolah dengan berjalan kaki tanpa harus diantar orang tuanya. Alhamdulillah, terima kasih. Terima kasih, Bapak Prabowo. Terima kasih,” tuturnya.

Cerita berbeda datang dari timur Indonesia. Dari Manokwari, Papua Barat, Rumerus, menyampaikan rasa syukur atas peresmian jembatan armco di kampungnya. Selama enam tahun, menurut Rumerus, warga harus melintasi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kesulitan tersebut terutama dirasakan anak-anak yang hendak bersekolah. Mereka harus turun ke sungai dan melepas sepatu untuk menyeberang. Ketika hujan lebat datang, warga bahkan tidak dapat beraktivitas dan harus bertahan di kampung.

“Kami sangat bersyukur karena Bapak memperhatikan kami teristimewa anak cucu kami mereka yang sekolah. Juga ada kita punya mama-mama, bapak-bapak mereka yang berjual. Selama 6 tahun kami ada di kampung ini. Kami melewati sungai ini selama 6 tahun. Mungkin Bapak bisa rasakan apa yang kami rasakan. Kami harus berjalan turun ke bawah anak-anak sekolah buka sepatu mereka. Bahkan kalau hujan lebat kami berada di kampung. Kami tidak beraktivitas,” ujar Rumerus.

Suara terima kasih turut terdengar dari Pulau Raas, Madura. Bagi masyarakat yang tinggal di pulau dengan waktu tempuh pelayaran sekitar enam jam dari kabupaten tersebut, pembangunan lima titik sumur bor membawa manfaat penting bagi pemenuhan kebutuhan air masyarakat.

“Menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden karena sudah membangunkan sumur bor 5 titik di kecamatan kami. Terima kasih sekali lagi kepada Bapak Presiden, semoga kegiatan ini bermanfaat banyak tentunya bagi masyarakat kami,” ujar perwakilan warga Pulau Raas.

 

Presiden Tegaskan Negara Harus Hadir bagi Rakyat hingga ke Wilayah Terpencil

Beragam cerita yang disampaikan warga mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo. Kepala Negara berpesan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat sehingga manfaatnya bisa terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Yang paling penting, nanti dirawat, jembatan-jembatan itu dirawat dengan baik. Kemudian ikuti petunjuk-petunjuk, ya. Mungkin juga ada batas berat yang bisa dipikul atau yang boleh lewat setiap saat,” ujar Presiden.

Tak lupa Presiden menyampaikan rasa bangga dan harunya atas kerja bersama yang dilakukan untuk menghadirkan infrastruktur dasar bagi masyarakat. Menurut Presiden, pembangunan ribuan jembatan dan sumber air bersih menunjukkan kekuatan gotong royong bangsa Indonesia dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

“Hari ini saya bangga, hari ini sungguh saya terharu. Hari ini kita buktikan bahwa bangsa Indonesia itu bangsa yang bersatu sungguh-sungguh. Bangsa yang gotong royong, bangsa yang mampu menggali kekuatan kita sendiri untuk bekerja sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kebaikan rakyat,” ujar Presiden.

Presiden mengapresiasi jajaran TNI dan Polri yang telah bekerja hingga ke berbagai daerah dengan kondisi yang tidak mudah. Kepala Negara menilai pengabdian tersebut menunjukkan pemahaman para pemimpin dan anggota TNI-Polri mengenai arti penting menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya mereka yang berada di perdesaan dan wilayah terpencil.

Lebih lanjut, Presiden menyoroti kerja keras para prajurit TNI dan anggota Polri yang bekerja siang dan malam dalam pembangunan berbagai infrastruktur tersebut. Menurut Presiden, meskipun pemerintah juga terus mendorong pembangunan proyek-proyek besar dan strategis, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh luput dari perhatian.

“Mungkin kita bisa melakukan proyek-proyek yang lebih gemilang, ya kita butuh investasi besar-besaran, tapi kita baru mengerti dan kita harus selalu mengerti bahwa negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil, rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar harus menikmati kualitas hidup yang baik,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan kembali jati diri TNI dan Polri sebagai institusi yang lahir dari rakyat dan mengabdikan diri kepada kepentingan rakyat. Menurut Kepala Negara, pembangunan ribuan jembatan dan sumber air bersih merupakan salah satu bukti nyata dari pengabdian tersebut.

“Ini bukti bahwa sungguh-sungguh TNI adalah tentara rakyat dan Polri sungguh-sungguh adalah polisi rakyat. Ini yang harus kita ingat selalu. Saudara bukan tentara biasa, saudara bukan polisi biasa. Saudara-saudara adalah tentaranya rakyat, polisinya rakyat, lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, memberi yang terbaik untuk rakyat, dan pada akhirnya saudara juga akan kembali kepada rakyat,” ujarnya.

Presiden menegaskan bahwa TNI dan Polri tidak memiliki cita-cita lain selain memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara. Bagi Presiden, semangat tersebut menjadi salah satu hal yang membahagiakan dirinya dalam menyaksikan manfaat pembangunan bagi masyarakat.

“Hari ini saudara lihat bukti sekali lagi bahwa tentara Indonesia, TNI dan Kepolisian Indonesia tidak ada cita-cita lain, tidak ada kehendak lain, kecuali berbakti untuk rakyatnya, berbakti untuk negaranya. Saya kira ini yang membahagiakan saya,” kata Presiden.

Di sisi lain, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan terus menjalankan dan meresmikan berbagai proyek besar dan strategis yang dibutuhkan untuk membawa Indonesia menjadi negara modern, maju, dan makmur. Namun, Kepala Negara mengingatkan bahwa besarnya cita-cita pembangunan nasional harus tetap berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan mendasar masyarakat.

Menutup sambutannya, Presiden kembali menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran TNI dan Polri yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur tersebut. Presiden Prabowo meminta Kepala Staf Angkatan Darat dan Kapolri untuk meneruskan rasa bangga dan hormatnya kepada seluruh personel.

“Terima kasih sekali lagi. Sampaikan, KSAD dan Kapolri, sampaikan rasa bangga saya, rasa hormat saya, rasa hormat saya kepada TNI dan kepada Polri. Saya bangga. Terima kasih sekali lagi,” pungkas Presiden.

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```