3.395 Jembatan dan 3.000 Sumber Air Bersih, Asa Baru Warga di Penjuru Negeri
BAGI masyarakat, kehadiran jembatan
bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Jembatan yang membentang terutama di
atas aliran sungai telah mengubah keseharian masyarakat, terutama para petani
yang selama bertahun-tahun harus mengandalkan rakit sederhana untuk mencapai
sawah, ladang, maupun desa di seberang.
Rasa syukur itu mengemuka usai Presiden Prabowo Subianto
meresmikan 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air Bersih TNI AD secara
hybrid melalui konferensi video, pada Kamis (13/08/2026). Di antara ribuan
infrastruktur yang diresmikan tersebut, manfaat jembatan dirasakan langsung
oleh masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dalam aktivitas
sehari-hari.
Evi Sri Rahayu, warga Desa Ridomanah, masih mengingat
bagaimana para petani harus mencari cara sendiri untuk menyeberangi sungai
sebelum jembatan hadir. Dengan peralatan seadanya, mereka membawa hasil
pertanian melintasi sungai demi melanjutkan aktivitas sehari-hari.
Baca Juga
“Petani sebelum ada jembatan kan suka nyebrang-nyebrang
pakai galon-galon atau itu apa bikin sendiri, inisiatif buat nyebrang bawa
padi, bawa apa warga sini. Tapi alhamdulillah sekarang mah bisa
dilalui motor, jadi lebih gampang, praktis,” ujar Evi.
Kemudahan tersebut, menurut Evi, tidak hanya mempersingkat
perjalanan warga, tetapi juga membuka harapan bagi pergerakan ekonomi
masyarakat. Akses yang sebelumnya harus ditempuh melalui jalur bawah dan
memutar kini menjadi lebih cepat dengan keberadaan jembatan.
“Harapan ke depannya bisa lebih maju perekonomian warga bisa
lebih gampang lagi, bisa dilalui dengan motor. Kemarin-kemarin kan nyebrang
lewat jalur bawah, tapi sekarang alhamdulillah. Berarti lebih gampang lah
perekonomian kalau ada apa-apa langsung nyebrang, enggak jauh gitu, bisa lebih
cepat,” ungkapnya.
Cerita serupa datang dari Maryati, warga Desa Ridogalih yang
telah tinggal di kawasan tersebut sejak kecil. Ia mengenang masa ketika warga
belum memiliki jembatan dan harus menggunakan eretan, yakni rakit bambu
sederhana, untuk mencapai seberang sungai.
Maryati berharap pembangunan infrastruktur bagi masyarakat
terus berlanjut, termasuk peningkatan jalan dan berbagai fasilitas penunjang
lainnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas hadirnya
jembatan yang telah lama dibutuhkan masyarakat.
“Untuk Bapak Presiden kami selaku warga desa sini
mengucapkan banyak terima kasih atas jembatan diresmikannya untuk fasilitas
warga ke sawah, ke ladang gitu kan, sangat membantu sekali. Terima kasih,” ucap
Maryati.
Manfaat jembatan juga begitu terasa bagi Iman, yang
merupakan seorang petani di Desa Ridomanah. Bertahun-tahun beraktivitas di
kawasan tersebut membuatnya memahami betul sulitnya menyeberangi sungai.
Dahulu, rakit atau getek menjadi tumpuan warga. Bahkan ketika banjir datang dan
rakit tidak dapat digunakan, warga terkadang terpaksa berenang untuk mencapai
seberang.
“Dulu waktu belum ada jembatan kadang-kadang pakai getek
pak, rakit. Kadang-kadang kalau lagi musim banjir itu rakit lepas dari ini.
Jadi masyarakat itu kalau nyebrang kadang-kadang renang sendiri pak. Sulit lah.
Sekarang alhamdulillah adanya jembatan ini saya sangat bersyukur sekali.
Alhamdulillah,” tutur Iman.
Bagi Iman, jembatan tersebut menghadirkan perubahan nyata.
Sungai yang dahulu menjadi hambatan dalam perjalanan kini dapat dilintasi
dengan lebih mudah dan aman. Rasa syukurnya pun ia sampaikan langsung kepada
Presiden Prabowo.
“Saya sangat terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo,
sangat, sangat, sangat bersyukur adanya jembatan ini. Jadi awalnya saya
nyebrang kali, sekarang alhamdulillah saya bisa menyebrang jembatan
ini,” katanya.
Rasa Syukur dan Suka Cita Masyarakat atas Infrastruktur
yang Dibangun
Rasa syukur dan berbagai cerita masyarakat di berbagai
penjuru Tanah Air atas peresmian 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air
Bersih TNI Angkatan Darat (AD), seakan tak pernah putus. Meski hanya disampaikan
lewat konferensi video dengan Presiden, namun masyarakat mulai dari Bayah di
Banten, Manokwari di Papua Barat, hingga Pulau Raas di Madura, dengan
antusiasme menyampaikan rasa suka cita mereka tentang bagaimana infrastruktur
tersebut mengubah keseharian mereka.
Dari Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Agus Sutisna
menjadi salah satu warga yang berkesempatan berbincang dengan Presiden Prabowo.
Bagi Agus, manfaat jembatan tersebut sangat dekat dengan kehidupan keluarganya.
Sebelum jembatan dibangun, ia harus mengantar anaknya ke sekolah dengan
menempuh perjalanan memutar sekitar tujuh kilometer melalui jalan nasional dan
membutuhkan waktu sekitar 25 hingga 30 menit.
“Maka hari ini ketika sudah dibangun Jembatan Gantung berkat
kerja sama antara TNI dan Polri, alhamdulillah, Bapak, tanpa harus
berkendaraan, anak kami bisa sampai ke sekolah dengan berjalan kaki tanpa harus
diantar orang tuanya. Alhamdulillah, terima kasih. Terima kasih, Bapak Prabowo.
Terima kasih,” tuturnya.
Cerita berbeda datang dari timur Indonesia. Dari Manokwari,
Papua Barat, Rumerus, menyampaikan rasa syukur atas peresmian jembatan armco di
kampungnya. Selama enam tahun, menurut Rumerus, warga harus melintasi sungai
untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kesulitan tersebut terutama dirasakan anak-anak yang hendak
bersekolah. Mereka harus turun ke sungai dan melepas sepatu untuk menyeberang.
Ketika hujan lebat datang, warga bahkan tidak dapat beraktivitas dan harus
bertahan di kampung.
“Kami sangat bersyukur karena Bapak memperhatikan kami
teristimewa anak cucu kami mereka yang sekolah. Juga ada kita punya mama-mama,
bapak-bapak mereka yang berjual. Selama 6 tahun kami ada di kampung ini. Kami
melewati sungai ini selama 6 tahun. Mungkin Bapak bisa rasakan apa yang kami
rasakan. Kami harus berjalan turun ke bawah anak-anak sekolah buka sepatu
mereka. Bahkan kalau hujan lebat kami berada di kampung. Kami tidak
beraktivitas,” ujar Rumerus.
Suara terima kasih turut terdengar dari Pulau Raas, Madura.
Bagi masyarakat yang tinggal di pulau dengan waktu tempuh pelayaran sekitar
enam jam dari kabupaten tersebut, pembangunan lima titik sumur bor membawa
manfaat penting bagi pemenuhan kebutuhan air masyarakat.
“Menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
Bapak Presiden karena sudah membangunkan sumur bor 5 titik di kecamatan kami.
Terima kasih sekali lagi kepada Bapak Presiden, semoga kegiatan ini bermanfaat
banyak tentunya bagi masyarakat kami,” ujar perwakilan warga Pulau Raas.
Presiden Tegaskan Negara Harus Hadir bagi Rakyat
hingga ke Wilayah Terpencil
Beragam cerita yang disampaikan warga mendapat perhatian
langsung dari Presiden Prabowo. Kepala Negara berpesan agar infrastruktur yang
telah dibangun dapat dijaga dan dirawat sehingga manfaatnya bisa terus
dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Yang paling penting, nanti dirawat, jembatan-jembatan itu
dirawat dengan baik. Kemudian ikuti petunjuk-petunjuk, ya. Mungkin juga ada
batas berat yang bisa dipikul atau yang boleh lewat setiap saat,” ujar
Presiden.
Tak lupa Presiden menyampaikan rasa bangga dan harunya atas
kerja bersama yang dilakukan untuk menghadirkan infrastruktur dasar bagi
masyarakat. Menurut Presiden, pembangunan ribuan jembatan dan sumber air bersih
menunjukkan kekuatan gotong royong bangsa Indonesia dalam memberikan manfaat
sebesar-besarnya bagi rakyat.
“Hari ini saya bangga, hari ini sungguh saya terharu. Hari
ini kita buktikan bahwa bangsa Indonesia itu bangsa yang bersatu
sungguh-sungguh. Bangsa yang gotong royong, bangsa yang mampu menggali kekuatan
kita sendiri untuk bekerja sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kebaikan
rakyat,” ujar Presiden.
Presiden mengapresiasi jajaran TNI dan Polri yang telah
bekerja hingga ke berbagai daerah dengan kondisi yang tidak mudah. Kepala
Negara menilai pengabdian tersebut menunjukkan pemahaman para pemimpin dan
anggota TNI-Polri mengenai arti penting menghadirkan perubahan yang benar-benar
dirasakan masyarakat, khususnya mereka yang berada di perdesaan dan wilayah
terpencil.
Lebih lanjut, Presiden menyoroti kerja keras para prajurit
TNI dan anggota Polri yang bekerja siang dan malam dalam pembangunan berbagai
infrastruktur tersebut. Menurut Presiden, meskipun pemerintah juga terus
mendorong pembangunan proyek-proyek besar dan strategis, pemenuhan kebutuhan
dasar masyarakat tidak boleh luput dari perhatian.
“Mungkin kita bisa melakukan proyek-proyek yang lebih
gemilang, ya kita butuh investasi besar-besaran, tapi kita baru mengerti dan
kita harus selalu mengerti bahwa negara harus hadir untuk rakyat yang paling
terpencil, rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar harus
menikmati kualitas hidup yang baik,” tegas Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan
kembali jati diri TNI dan Polri sebagai institusi yang lahir dari rakyat dan
mengabdikan diri kepada kepentingan rakyat. Menurut Kepala Negara, pembangunan
ribuan jembatan dan sumber air bersih merupakan salah satu bukti nyata dari
pengabdian tersebut.
“Ini bukti bahwa sungguh-sungguh TNI adalah tentara rakyat
dan Polri sungguh-sungguh adalah polisi rakyat. Ini yang harus kita ingat
selalu. Saudara bukan tentara biasa, saudara bukan polisi biasa.
Saudara-saudara adalah tentaranya rakyat, polisinya rakyat, lahir dari rakyat,
berjuang bersama rakyat, memberi yang terbaik untuk rakyat, dan pada akhirnya
saudara juga akan kembali kepada rakyat,” ujarnya.
Presiden menegaskan bahwa TNI dan Polri tidak memiliki
cita-cita lain selain memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.
Bagi Presiden, semangat tersebut menjadi salah satu hal yang membahagiakan
dirinya dalam menyaksikan manfaat pembangunan bagi masyarakat.
“Hari ini saudara lihat bukti sekali lagi bahwa tentara
Indonesia, TNI dan Kepolisian Indonesia tidak ada cita-cita lain, tidak ada
kehendak lain, kecuali berbakti untuk rakyatnya, berbakti untuk negaranya. Saya
kira ini yang membahagiakan saya,” kata Presiden.
Di sisi lain, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah
akan terus menjalankan dan meresmikan berbagai proyek besar dan strategis yang
dibutuhkan untuk membawa Indonesia menjadi negara modern, maju, dan makmur.
Namun, Kepala Negara mengingatkan bahwa besarnya cita-cita pembangunan nasional
harus tetap berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan
mendasar masyarakat.
Menutup sambutannya, Presiden kembali menyampaikan
penghargaan kepada seluruh jajaran TNI dan Polri yang terlibat dalam
pembangunan infrastruktur tersebut. Presiden Prabowo meminta Kepala Staf
Angkatan Darat dan Kapolri untuk meneruskan rasa bangga dan hormatnya kepada
seluruh personel.
“Terima kasih sekali lagi. Sampaikan, KSAD dan Kapolri,
sampaikan rasa bangga saya, rasa hormat saya, rasa hormat saya kepada TNI dan
kepada Polri. Saya bangga. Terima kasih sekali lagi,” pungkas Presiden.
